Timesnusantara.com – KUTIM – Enam pelajar dari sejumlah sekolah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terpilih menjadi Duta Pelajar pada tiga bidang khusus, yakni pendidikan, kebudayaan serta digital dan inovasi.
Penetapan dilakukan dalam rangkaian Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur 2026 di Ruang Meranti, Sabtu (26/9/2026) kemaren.
Pada kategori Duta Pelajar Pendidikan, gelar putra diraih Michael Dompak Gabriel Pangaribuan dari SMK Negeri 2 Sangatta Utara. Sedangkan kategori putri diraih Novita Gracya Regina Putri yang juga berasal dari SMK Negeri 2 Sangatta Utara.
Untuk Duta Pelajar Kebudayaan putra diberikan kepada M. Yutfi Firdana dari SMA Negeri 1 Rantau Pulung. Sementara Duta Pelajar Kebudayaan putri diraih Wilhelmina Rahmawati dari SMK Keperawatan Singa Geweh.
Adapun kategori Duta Pelajar Digital dan Inovasi putra diraih Arzal Dilan Prasetya dari SMK Negeri 2 Sangatta Utara.
Sementara kategori putri diberikan kepada Ainur Zam Zam Asrul Sandhi dari SMA Negeri 1 Sangatta Utara.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan pemberian ruang bagi pelajar untuk berkembang merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pembangunan.
Menurutnya, setiap pelajar memiliki minat dan kemampuan berbeda. Potensi tersebut perlu diberikan wadah agar dapat berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini untuk memberikan ruang, memberikan kesempatan buat anak-anak muda terutama para pelajar untuk bisa sesuai dengan passion-nya, sesuai dengan gayanya, untuk bisa ambil peran meningkatkan pembangunan,” ujar Basuki.
Keberadaan kategori pendidikan, kebudayaan serta digital dan inovasi juga membuka kesempatan bagi para pelajar untuk berkontribusi sesuai bidang yang mereka kuasai.
Mereka diharapkan tidak sekadar menyandang predikat duta, tetapi mampu menjadi penggerak bagi teman sebaya.
Basuki mengatakan para Duta Pelajar memiliki tugas untuk membawa pesan pembangunan sekaligus mengajak generasi muda menjauhi berbagai aktivitas negatif.
“Bagaimana bisa berperan mengajak teman-temannya. Yang pertama jauhi narkoba, yang kedua tidak boleh judi online, balap liar, dan mengisi kegiatan-kegiatan yang positif,” katanya.
Ia menilai pelajar dapat menjadi mitra pemerintah untuk menyampaikan pesan positif dengan bahasa dan pendekatan yang lebih dekat dengan kalangan generasi muda.
Karena itu, Basuki meminta seluruh pemenang menjalankan amanah tersebut dengan baik setelah kembali ke lingkungan sekolah masing-masing.
“Laksanakan tugas dengan baik. Kalian sudah merupakan bagian dari kita semuanya untuk bisa meningkatkan pembangunan di Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.
Dispora Kutim juga berharap sekolah terus mendukung para Duta Pelajar dalam menjalankan program maupun aktivitas selama masa tugasnya.
Basuki optimistis keterlibatan lebih banyak pelajar dalam bidang pendidikan, kebudayaan, digital dan inovasi dapat melahirkan generasi muda Kutai Timur yang aktif, kreatif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.(ADV/KUTIM).
Editor : RF
Sumber : ALW
