Timesnusantara.com, KUKAR – Suasana Pendopo Odah Etam, Tenggarong, menjadi saksi pelantikan 64 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (2/10/2026).
Dipimpin langsung Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, pelantikan ini menjadi momentum penegasan tanggung jawab baru bagi para pejabat untuk mempercepat kinerja pemerintahan, menuntaskan target pembangunan 2026, serta mempersiapkan program kerja tahun 2027.
Dari total 64 pejabat yang dilantik, sebanyak 19 orang menduduki jabatan administrator, sementara 45 lainnya mengisi jabatan pengawas dan fungsional. Para pejabat tersebut diharapkan segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing serta memperkuat kontribusi dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
Aulia mengatakan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian posisi dalam struktur birokrasi, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui kinerja nyata dan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh pejabat berperan aktif dalam menyukseskan visi pembangunan Kukar 2025–2030 melalui program Kukar Idaman Terbaik, termasuk pelaksanaan 17 program dedikasi yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Pemenuhan standar pelayanan minimal dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang bersifat mandatori juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab tersebut.
“Jadilah pejabat yang aktif dan memiliki inisiatif untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di tempat Bapak dan Ibu bertugas,” tegasnya.
Aulia turut mendorong para pejabat untuk mengembangkan pola kerja yang inovatif dan tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Kolaborasi dengan pihak ketiga, lembaga, serta kelompok masyarakat dapat menjadi alternatif dalam mendukung pelaksanaan program, sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Memasuki penghujung tahun anggaran 2026, ia mengingatkan bahwa terdapat dua agenda utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni memastikan target kinerja tahun berjalan dapat dituntaskan dan menyiapkan perencanaan kegiatan 2027 secara matang.
Karena itu, para pejabat diminta segera bergerak, mengurangi kegiatan seremonial yang tidak mendesak, serta memprioritaskan pekerjaan yang berdampak langsung terhadap pencapaian target pembangunan.
Aulia juga meminta kepala OPD melaksanakan serah terima jabatan pada Senin (5/10/2026), dilanjutkan dengan pengarahan internal untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi di lingkungan kerja masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan kemampuan individu. Diperlukan kerja sama tim yang solid, komunikasi yang terbuka, serta pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas di setiap jenjang jabatan.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tidak membutuhkan seorang superhero. Kita membutuhkan super tim yang kuat,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan dalam organisasi diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, sehingga tidak berkembang menjadi persoalan internal yang menghambat pelaksanaan program.
Khusus pejabat administrator, Aulia menekankan pentingnya menjalankan tanggung jawab secara profesional, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan dan pengelolaan administrasi pemerintahan. Setiap langkah harus tetap berpedoman pada peraturan yang berlaku, dengan memanfaatkan konsultasi dan koordinasi apabila menghadapi kendala.
Melalui pelantikan ini, Pemkab Kukar berharap terbentuk jajaran aparatur yang lebih responsif, berinisiatif, dan mampu bekerja secara kolaboratif. Dengan demikian, penuntasan target pembangunan 2026 dan persiapan program 2027 dapat berjalan lebih terarah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kutai Kartanegara. (Adv)
Editor : RF
Sumber : AND
