Timesnusantara.com, KUKAR – Pemerataan penerangan jalan menjadi fokus Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam pemasangan sekitar 4.000 titik lampu penerangan jalan umum (LPJU) pada 2026. Program ini tidak hanya menyasar kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau jalur hulu dan pesisir yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat.
Sejumlah ruas jalan kabupaten dengan aktivitas lalu lintas cukup tinggi menjadi prioritas pemasangan. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan penerangan, terutama pada jalur penghubung permukiman dan kawasan yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan pemasangan LPJU tahun ini tersebar di hampir seluruh kecamatan. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 40–50 persen dan terus dikebut agar seluruh lampu dapat beroperasi sesuai jadwal.
“Ini kurang lebih sekitar 4.000 titik, dari wilayah hulu, tengah maupun pesisir, hampir tersebar di seluruh kecamatan,” ujarnya Jumat (2/10/2026).
Di wilayah pesisir, pemasangan mencakup akses menuju Pantai Ambalat di Kecamatan Samboja, ruas jalan di Kelurahan Tama Pole dan Muara Kembang di Kecamatan Muara Jawa, kawasan Kutai Lama di Kecamatan Muara Badak, serta sejumlah jalan kabupaten di Kecamatan Anggana.
Menurut Ahmad, penentuan lokasi mempertimbangkan tingkat kepadatan lalu lintas dan kebutuhan penerangan pada masing-masing ruas jalan. Dengan pendekatan tersebut, pemasangan diharapkan dapat menjangkau jalur yang memiliki mobilitas masyarakat relatif tinggi.
“Jalan kabupaten yang cukup padat lintasnya itu yang kita prioritaskan,” jelasnya.
Pemasangan ribuan titik LPJU tersebut dilakukan secara bertahap karena setiap lokasi membutuhkan pekerjaan teknis yang berurutan. Prosesnya meliputi penggalian lubang, pembuatan fondasi, pemasangan tiang, penarikan kabel, hingga pemasangan meteran dan penyelesaian instalasi kelistrikan.
Tahapan tersebut membuat pelaksanaan pekerjaan harus menyesuaikan kondisi lapangan di masing-masing wilayah. Dishub Kukar pun terus melanjutkan pemasangan untuk mengejar target penyelesaian sesuai masa kontrak.
Ahmad menyebutkan, kontrak pekerjaan berakhir pada Oktober 2026. Ia berharap seluruh titik dapat selesai dipasang dan mulai menyala pada akhir bulan tersebut, selama tidak ada kendala berarti.
“Kalau kontrak kita akhir Oktober, akhir Oktober sudah bisa menyala, insyaallah. Mudah-mudahan tidak ada halangan,” katanya.
Dengan target tersebut, penyelesaian pekerjaan menjadi perhatian penting agar fasilitas penerangan yang telah dipasang dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Dari sisi pembiayaan, kebutuhan anggaran setiap lokasi berbeda-beda, bergantung pada panjang ruas jalan dan kondisi teknis pekerjaan. Ahmad mencontohkan, terdapat lokasi pemasangan LPJU dengan nilai pekerjaan sekitar Rp200 juta.
Namun, total anggaran keseluruhan untuk program pemasangan sekitar 4.000 titik tersebut belum dirinci.
Melalui program ini, Dishub Kukar berupaya memperluas pemerataan penerangan jalan di wilayah yang memiliki karakteristik geografis beragam. Selain mendukung mobilitas masyarakat, keberadaan LPJU diharapkan membantu meningkatkan kenyamanan pengguna jalan saat beraktivitas pada malam hari. (Adv)
Editor : RF
Sumber : AND
