Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Jalan raya bukan arena balap. Prinsip tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyediakan alternatif ruang bagi anak muda yang memiliki minat terhadap aktivitas otomotif, sehingga kegiatan dapat dilakukan di tempat yang lebih terkendali dan tidak mengganggu pengguna jalan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur Basuki Isnawan mengatakan kawasan olahraga dibuka untuk menjadi salah satu ruang alternatif bagi komunitas yang sebelumnya berpotensi melakukan balapan di jalan umum. Pernyataan tersebut disampaikannya saat diwawancarai di GOR Kudungga, Jumat (2/9/2026).

Menurut Basuki, langkah itu menjadi bentuk solusi yang diberikan pemerintah. Anak-anak muda tidak hanya dilarang melakukan balap liar, namun juga diarahkan ke tempat yang dinilai lebih memungkinkan untuk menjalankan aktivitas dengan pengawasan dan kelengkapan keselamatan.

“Anak-anak jangan balap di jalan. Tapi apa solusinya? Kami silakan main di sini,” ujar Basuki.

Ia mengatakan kegiatan tersebut dapat dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Pemerintah membuka kawasan pada akhir pekan sehingga komunitas dapat memanfaatkan fasilitas tanpa menjadikan jalan umum sebagai arena.

“Setiap Sabtu sampai Minggu, silakan. Jam 3 sore saya buka di sini,” katanya.

Basuki menekankan peserta tetap harus menggunakan perlengkapan yang lengkap. Unsur keselamatan menjadi hal penting karena aktivitas otomotif memiliki risiko apabila dilakukan tanpa persiapan dan perlindungan yang memadai.

Menurutnya, penyediaan ruang alternatif juga merupakan bagian dari pendekatan pemerintah dalam pembinaan pemuda. Pelarangan semata dinilai belum cukup apabila tidak disertai solusi bagi anak muda yang mempunyai minat besar terhadap dunia otomotif.

Dengan adanya lokasi yang lebih terkendali, kegiatan diharapkan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun membahayakan masyarakat pengguna jalan. Pemerintah juga dapat lebih mudah mengarahkan aktivitas komunitas agar berlangsung tertib.

Pemanfaatan kawasan tersebut merupakan bagian dari konsep Stadion Kudungga dan fasilitas di sekitarnya sebagai ruang publik multifungsi. Selain untuk pertandingan dan latihan olahraga, kawasan dapat digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat selama tetap memperhatikan keamanan, ketertiban dan perawatan fasilitas.

Basuki mengatakan pemerintah terus membuka kawasan olahraga kepada masyarakat. Namun setiap pengguna memiliki tanggung jawab untuk menjaga sarana dan kebersihan sehingga fasilitas tetap nyaman digunakan bersama. (ADV/KUTIM).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *