Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Aliran listrik yang kini menjangkau empat desa di Kecamatan Batu Ampar diharapkan menjadi penggerak baru perekonomian masyarakat. Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa kehadiran listrik selama 24 jam harus mampu memberikan manfaat lebih luas, terutama dalam meningkatkan produktivitas warga dan membuka peluang usaha di kawasan pedalaman.

Pesan tersebut disampaikan Ardiansyah ketika meresmikan pengoperasian listrik di Desa Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari, Senin (5/10/2026). Peresmian yang dipusatkan di Balai Pertemuan Kantor Desa Beno Harapan tersebut menjadi bagian dari kerja sama Pemkab Kutim dengan PT PLN (Persero) dalam meningkatkan pelayanan kelistrikan setelah masyarakat menunggu lebih dari 36 tahun.

Ardiansyah menilai akses energi yang tersedia sepanjang hari memiliki arti penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ketersediaan listrik memungkinkan berbagai aktivitas produktif dilakukan tanpa terlalu bergantung pada keterbatasan waktu operasional sumber energi mandiri.

“Masuknya listrik 24 jam tidak hanya menghadirkan penerangan bagi warga,” ujar Ardiansyah, sebagaimana diberitakan ANTARA.

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks terbukanya peluang kegiatan produktif di tingkat desa. Menurutnya, pemanfaatan listrik dapat mendukung perkembangan usaha rumah tangga, perdagangan, pengolahan hasil pertanian, hingga kegiatan ekonomi lainnya.

Selama ini, keterbatasan pasokan energi menjadi salah satu kendala bagi masyarakat pedalaman dalam menjalankan aktivitas secara optimal.

Dengan tersedianya layanan kelistrikan sepanjang hari, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk menggunakan peralatan elektronik sebagai pendukung kegiatan usaha.

Pelaku UMKM, misalnya, berpeluang meningkatkan kapasitas produksi maupun memperpanjang waktu pelayanan. Sementara itu, usaha pengolahan hasil pertanian dapat memanfaatkan peralatan berbasis listrik untuk mendukung proses produksi.

Meski demikian, peluang ekonomi tersebut tetap membutuhkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha serta memanfaatkan infrastruktur secara produktif.

Ardiansyah juga memberikan perhatian terhadap manfaat listrik bagi dunia pendidikan. Pasokan energi yang lebih memadai diharapkan membantu anak-anak memperoleh kesempatan belajar dengan penerangan yang baik, termasuk pada malam hari.

Selain pendidikan, pelayanan sosial dan kegiatan kemasyarakatan juga berpotensi memperoleh manfaat dari keberadaan jaringan listrik yang lebih andal.

Bupati menilai pemerataan akses energi menjadi salah satu fondasi pembangunan yang tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, keberhasilan menghadirkan listrik di empat desa Batu Ampar tidak hanya dilihat sebagai penyelesaian pembangunan jaringan, melainkan juga sebagai awal pemanfaatan fasilitas untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga.

Namun, Ardiansyah mengingatkan bahwa penggunaan listrik harus disertai kesadaran terhadap aspek keamanan dan keselamatan.

“Gunakan listrik secara bijak dan utamakan keselamatan,” tegas Ardiansyah.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan penyambungan jaringan secara sembarangan atau ilegal. Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kelistrikan sekaligus membahayakan keselamatan pengguna.

Menurutnya, infrastruktur yang telah dibangun harus dijaga bersama agar dapat memberikan pelayanan secara berkelanjutan.

Kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman menjadi penting, terutama ketika jumlah sambungan rumah tangga terus bertambah.

Berdasarkan laporan Camat Batu Ampar Akhmadsyah, sebanyak 680 sambungan rumah tangga telah terpasang di empat desa penerima layanan.

Jumlah tersebut terdiri atas 222 sambungan di Desa Mawai Indah, 125 sambungan di Mugi Rahayu, 214 sambungan di Beno Harapan, serta 119 sambungan di Himba Lestari.

Meski layanan listrik 24 jam telah beroperasi, pemasangan sambungan rumah tangga masih terus berlangsung, khususnya untuk memenuhi kebutuhan warga yang belum terhubung.

Ardiansyah berharap perluasan akses listrik dapat diikuti dengan peningkatan pemanfaatannya bagi kepentingan masyarakat.

Selain kebutuhan rumah tangga, perhatian juga diarahkan pada pengembangan fasilitas penerangan jalan dan lingkungan permukiman.

Dalam kegiatan yang sama, Camat Batu Ampar Akhmadsyah menyampaikan aspirasi mengenai kebutuhan lampu penerangan jalan, khususnya pada jalur dari Batu Timbau menuju Kantor Camat Batu Ampar.

Menanggapi usulan tersebut, Ardiansyah menyebut pemerintah daerah memiliki program bantuan Rp250 juta per RT yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur lingkungan sesuai kebutuhan dan perencanaan.

“Pemasangan listrik di jalan RT bisa dari program Rp 250 juta per RT,” kata Ardiansyah.

Melalui pemanfaatan program tersebut, kebutuhan penerangan lingkungan berpeluang dipenuhi secara bertahap.

Penerangan jalan dinilai penting karena berkaitan dengan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya pada malam hari. Keberadaan lampu jalan juga dapat mendukung keamanan lingkungan dan memperlancar mobilitas warga.

Di sisi lain, Bupati mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah, PLN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan layanan listrik sepanjang hari.

Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting mengingat pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah pedalaman menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan kawasan perkotaan.

Manajer PLN UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono, turut menekankan pentingnya dukungan seluruh pihak dalam pembangunan maupun pemeliharaan jaringan kelistrikan.

Infrastruktur yang telah tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

Bagi Pemkab Kutim, pengoperasian listrik 24 jam di Batu Ampar merupakan bagian dari agenda pemerataan pembangunan yang lebih luas.

Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan cakupan elektrifikasi sebagai salah satu upaya memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta memperkecil kesenjangan infrastruktur antarwilayah.

Dengan hadirnya pasokan listrik sepanjang hari, Ardiansyah berharap masyarakat tidak hanya menikmati penerangan yang lebih baik, tetapi juga mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kegiatan usaha dan meningkatkan taraf hidup.

Keberhasilan pengoperasian listrik di empat desa Batu Ampar menjadi langkah awal menuju pemanfaatan energi yang lebih produktif. Dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu mengubah ketersediaan listrik menjadi peluang pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat Kutai Timur secara berkelanjutan. (ADV/Kutim).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *