Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui pemetaan potensi dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Upaya tersebut dilakukan melalui Profiling ASN (ProASN) Tahun 2026 yang diikuti 400 ASN di lingkungan Pemkab Kukar.

Kegiatan ProASN 2026 resmi dibuka Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kukar, Dafip Haryanto, di Kukar Digital University, Kompleks Stadion Aji Imbut, Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (6/10/2026).

Dafip mengatakan, ProASN menjadi bagian strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Salah satu pilar penting dalam tata kelola pemerintahan adalah tersedianya ASN yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

“Era digital dan tuntutan pelayanan publik mengharuskan kita bergerak lebih cepat, adaptif, dan berbasis data. Karena itu, kegiatan ProASN ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen strategis untuk memetakan potensi, kompetensi, serta profil setiap ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Menurutnya, hasil profiling akan menjadi dasar dalam membangun database kompetensi ASN yang lebih akurat. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung penerapan sistem merit, mulai dari penempatan pegawai sesuai kompetensi, perencanaan karier secara objektif hingga penyusunan program pengembangan kompetensi berdasarkan kebutuhan daerah.

Dafip juga menjelaskan, terdapat sejumlah ASN yang sebelumnya mengikuti pelatihan dan telah menduduki jabatan tertentu, tetapi data profil kompetensinya masih mengacu pada profil jabatan sebelumnya. Karena itu, ASN tersebut kembali mengikuti ProASN untuk memperbarui data profil sesuai kondisi dan jabatan terkini.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses profiling dengan sungguh-sungguh, jujur, dan memberikan performa terbaik.

“Jangan jadikan kegiatan ini sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk mengenali potensi diri. Hasilnya diharapkan dapat mendukung peningkatan karier sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Dafip juga meminta tim pelaksana dan asesor memastikan seluruh proses berjalan profesional dan objektif sehingga menghasilkan data profiling yang valid.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar, Rendra Abadi, menjelaskan ProASN 2026 dilaksanakan untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN secara terukur, objektif, transparan, serta berbasis teknologi informasi.

“Tujuannya untuk memperoleh data profil kompetensi, baik manajerial maupun sosial-kultural, potensi literasi digital, serta preferensi karier ASN secara komprehensif,” jelasnya.

Selain itu, hasil profiling akan digunakan untuk menyusun talent pool ASN Pemkab Kukar sebagai dasar perencanaan dan pengembangan karier. Data tersebut juga menjadi bahan pertimbangan objektif bagi pimpinan daerah dalam proses rotasi, mutasi, promosi, suksesi jabatan, serta penyusunan program pengembangan kompetensi.

ProASN 2026 berlangsung selama dua hari, 6–7 Oktober 2026, dengan pelaksanaan tes yang terbagi dalam dua sesi setiap harinya. Kegiatan dipusatkan di Kukar Digital University, Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang.

Metode penilaian menggunakan sistem tes berbasis komputer yang mencakup kompetensi manajerial dan sosial-kultural, potensi literasi digital, preferensi individu ASN, penelusuran talent DNA, serta instrumen pemetaan karier.

Dari 400 peserta, sebanyak 10 orang merupakan pejabat pimpinan tinggi pratama, 28 pejabat administrator, 102 pejabat pengawas, 153 pejabat fungsional ahli madya, ahli muda dan ahli pertama, serta 107 pejabat pelaksana.

Rendra menambahkan, pelaksanaan ProASN 2026 dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BKPSDM Kukar Tahun Anggaran 2026.

Dengan pelaksanaan profiling tersebut, Pemkab Kukar diharapkan memiliki basis data talenta ASN yang semakin komprehensif sehingga pengelolaan sumber daya aparatur dapat dilakukan secara lebih terukur dan sesuai kebutuhan organisasi. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *