Timesnusantara.com, KUKAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Dinas Sosial Kukar membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Selasa (6/10/2026).
Dapur umum tersebut disiapkan sebagai bagian dari penanganan tanggap darurat, khususnya untuk memastikan kebutuhan makanan dan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi selama proses penanganan berlangsung.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, mengatakan dapur umum tersebut dioperasikan secara bersama oleh BPBD dan Dinas Sosial. Masing-masing instansi mengerahkan satu unit untuk mendukung pelayanan di lokasi.
“BPBD tentunya tidak sendiri. Dapat kita lihat bersama, Dinas Sosial mengerahkan dua unit, satu dari BPBD dan satu dari Dinas Sosial. Sementara bahan kebutuhan dasarnya juga disediakan oleh BPBD dan Dinas Sosial,” ujar Abdal.
Ia menjelaskan, operasional dapur umum akan disesuaikan dengan kebutuhan warga di lapangan. Jika dalam beberapa hari ke depan korban telah mendapatkan tempat tinggal atau penampungan dari keluarga maupun pihak lain, operasional dapur umum dapat dihentikan.
Menurut Abdal, berdasarkan standar penanganan darurat, dapur umum pada dasarnya dapat disiapkan hingga tujuh hari. Namun, durasi tersebut tetap menyesuaikan perkembangan kondisi dan kebutuhan korban.
“Kalau menggunakan standar darurat sebenarnya tujuh hari. Cuma kebakaran ini kadang di luar jumlah hari itu biasanya sudah berakhir. Yang jelas kami mungkin menyiapkan sampai tujuh hari,” katanya.
BPBD selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Kelurahan Melayu untuk memastikan mekanisme serta durasi operasional dapur umum dapat diketahui masyarakat.
Sementara itu, Lurah Melayu Muhammad Hafidz menyampaikan, hingga Selasa sekitar pukul 14.16 WITA, Posko Kelurahan Melayu mencatat sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terdampak dengan total 151 jiwa.
Data sementara tersebut terdiri atas tiga anak yang belum bersekolah, 16 siswa SD, empat siswa SMP, delapan siswa SMA, serta 10 mahasiswa.
Hafidz mengatakan, dari pendataan sementara terdapat 27 rumah milik pribadi yang terdampak kebakaran. Jumlah tersebut belum termasuk rumah sewaan, rumah kontrakan, maupun bangunan hunian lainnya yang masih dalam proses pendataan.
“Untuk sementara data yang kami terima, rumah pribadi yang terdampak ada 27 rumah. Itu belum termasuk rumah sewaan atau rumah kontrakan. Update terbaru akan kami sampaikan setelah pendataan kembali,” jelasnya.
Ia memperkirakan jumlah keseluruhan bangunan hunian yang terdampak, baik rumah pribadi maupun rumah sewaan, dapat mencapai sekitar 50 rumah.
Hafidz juga memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, terdapat seorang warga lanjut usia yang sempat mengalami sesak napas dan mendapat penanganan medis, yang diduga berkaitan dengan paparan asap.
“Tidak ada korban jiwa. Ada warga lansia yang sesak napas, kemungkinan karena asap, tetapi tidak sampai meninggal,” ujarnya.
Hafidz mwnyebut, kawasan yang terdampak kebakaran didominasi bangunan hunian. Bahkan, sekitar 70 persen kawasan di RT 33 merupakan rumah kontrakan, sementara sisanya merupakan rumah milik pribadi.
“Banyak bangunan hunian. Diperkirakan 70 persen dari wilayah RT 33 adalah rumah kontrakan, sisanya rumah pribadi. Untuk yang terdampak, mayoritas berada di RT 33,” katanya.
Untuk sementara, warga terdampak yang kehilangan tempat tinggal mengungsi di rumah kerabat, keluarga, maupun rumah tetangga di sekitar RT 33.
Pemerintah kelurahan bersama kecamatan dan BPBD juga telah menyiapkan sejumlah lokasi penampungan sementara. Di antaranya Masjid Muhammadiyah, BPU atau Balai Kelurahan Melayu, serta lokasi lain yang telah disiapkan apabila warga membutuhkan tempat tinggal sementara.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, pemerintah juga memprioritaskan pendataan administrasi kependudukan warga yang terdampak, terutama bagi mereka yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran.
“Kami akan bekerja secara taktis bersama pihak terkait. Pertama pembukaan dapur, menyuplai logistik, kemudian menghimpun warga terdampak, terutama terkait administrasi yang hilang atau dokumen penting. Kami akan bekerja sama dengan Disdukcapil dan Dinas Sosial untuk mempercepat penanganannya,” tutur Hafidz.
Untuk penyaluran bantuan dan kebutuhan logistik, posko informasi serta logistik disiapkan di kawasan Jalan AM Alimuddin, sementara dapur umum ditempatkan di lokasi yang sama untuk mendukung kebutuhan konsumsi warga terdampak.
Pemerintah Kelurahan Melayu mengimbau masyarakat terdampak yang membutuhkan bantuan agar segera melapor kepada petugas posko sehingga kebutuhan masing-masing keluarga dapat segera didata dan ditindaklanjuti. (Adv)
Editor : RF
Sumber : AND
