Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM – Gelar sarjana bukan sekadar tiket untuk memasuki dunia kerja, melainkan modal untuk menciptakan peluang ekonomi baru. Pesan tersebut menjadi perhatian Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Idham Kholid, yang mendorong 65 lulusan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutim agar berani mengembangkan usaha dan membuka lapangan pekerjaan melalui pemanfaatan potensi pertanian daerah.

Dorongan itu disampaikan Idham saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-21 STIPER Kutim Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Rabu (7/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Idham menekankan pentingnya peran generasi muda terdidik dalam memperkuat sektor pertanian, mengembangkan inovasi, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Menurut Idham, keberadaan perguruan tinggi pertanian mempunyai peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Para lulusan diharapkan tidak hanya mengandalkan pengetahuan akademik, tetapi juga mempunyai kemampuan menerapkannya secara langsung di tengah masyarakat.

“Para lulusan STIPER Kutim harus turut serta mengambil peran dalam pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan sektor pertanian, inovasi, dan pemanfaatan teknologi,” kata Idham.

Ia menilai lulusan perguruan tinggi harus mampu melihat berbagai peluang usaha yang tersedia di lingkungan sekitarnya. Terlebih, Kutim mempunyai potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga kelautan.

Idham menjelaskan, pengembangan sektor-sektor tersebut menjadi semakin penting karena perekonomian daerah selama ini masih memiliki ketergantungan terhadap aktivitas pertambangan. Oleh karena itu, diperlukan langkah berkelanjutan untuk memperkuat sektor ekonomi alternatif yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah mendorong pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Menurutnya, komoditas yang dihasilkan masyarakat tidak seharusnya hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi perlu dikembangkan menjadi produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi.

“Kunci utamanya terletak pada hilirisasi,” ujar Idham.

Ia menekankan bahwa pengolahan hasil pertanian di dalam daerah berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Selain meningkatkan nilai komoditas, kegiatan tersebut dapat membuka peluang usaha baru, memperluas jaringan pemasaran, dan menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Dalam konteks tersebut, lulusan STIPER diharapkan mampu mengambil peran sebagai pelaku usaha maupun penggerak inovasi. Pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha pengolahan pangan, agribisnis, peternakan, perkebunan, serta berbagai kegiatan produktif lainnya.

Idham juga mengingatkan bahwa tantangan sektor pertanian ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Karena itu, para sarjana pertanian perlu memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus memahami perkembangan teknologi yang dapat diterapkan dalam kegiatan produksi.

Pemanfaatan teknologi seperti drone, sensor pertanian, sistem otomasi, pengolahan data, hingga kecerdasan buatan dinilai mempunyai peluang untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kehadiran teknologi tersebut juga dapat membantu petani dalam memantau kondisi lahan, mengelola kegiatan produksi, serta menentukan langkah yang lebih tepat dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian.

Meski demikian, Idham mengingatkan agar penggunaan teknologi tidak mengabaikan peran manusia, khususnya para petani yang menjadi pelaku utama kegiatan pertanian.

“AI dan teknologi adalah alat bantu, bukan pengganti peran manusia,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan penerapan teknologi tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan perangkat yang digunakan. Kemampuan memahami persoalan masyarakat serta menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan tetap menjadi hal utama.

Karena itu, lulusan STIPER diharapkan mampu menjembatani perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan petani. Peran tersebut dapat dilakukan melalui pendampingan, pengembangan penelitian terapan, inovasi pengolahan hasil pertanian, hingga pembangunan usaha berbasis teknologi.

Lebih lanjut, Idham menilai perubahan pola pikir menjadi salah satu tantangan penting bagi lulusan perguruan tinggi. Orientasi setelah menyelesaikan pendidikan diharapkan tidak lagi hanya terpusat pada upaya memperoleh pekerjaan formal, tetapi juga diarahkan pada kemampuan menciptakan kegiatan usaha secara mandiri.

Menurutnya, sektor pertanian mempunyai ruang pengembangan yang cukup luas untuk melahirkan wirausahawan muda. Berbagai peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta keberanian dalam menghadapi tantangan dunia usaha.

Pengembangan kewirausahaan berbasis pertanian juga dapat memberikan dampak terhadap masyarakat sekitar. Usaha yang tumbuh dan berkembang berpotensi menciptakan permintaan tenaga kerja, memperluas aktivitas perdagangan, serta meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Idham berharap para lulusan STIPER mampu menjadi bagian dari perubahan tersebut. Ia menginginkan generasi muda tidak hanya menjadi penonton perkembangan daerah, tetapi turut menentukan arah kemajuan ekonomi melalui karya dan inovasi.

“Jadilah generasi yang menentukan ke mana Kutai Timur bergerak,” pesan Idham.

Pesan tersebut menjadi dorongan bagi 65 sarjana STIPER yang baru menyelesaikan pendidikan untuk mulai mengambil peran nyata dalam pembangunan. Dengan bekal pengetahuan yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan terobosan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, pelaksanaan wisuda ke-21 STIPER Kutim menjadi salah satu momentum penting dalam penguatan sumber daya manusia daerah. Sebanyak 65 mahasiswa dinyatakan lulus dari lima program studi, yakni Agroteknologi, Kehutanan, Teknik Pertanian, Ilmu Kelautan, dan Peternakan.

Dari jumlah tersebut, tujuh lulusan berhasil memperoleh predikat cum laude, sedangkan 58 lainnya meraih predikat sangat memuaskan. Capaian akademik tersebut menjadi bekal awal bagi para sarjana untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan kegiatan usaha sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Keberadaan lulusan dari berbagai disiplin ilmu itu diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pertanian dalam arti luas. Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, kontribusi para sarjana juga diperlukan untuk membantu masyarakat menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan ekonomi.

Idham turut menempatkan STIPER Kutim sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai peran dalam mendukung transformasi ekonomi daerah. Perguruan tinggi diharapkan terus menghasilkan lulusan yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pembangunan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat juga menjadi aspek penting agar berbagai inovasi dapat diterapkan secara berkelanjutan. Dengan kerja sama tersebut, potensi pertanian lokal diharapkan mampu berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah.

Bagi pemerintah daerah, penguatan sektor pertanian melalui sumber daya manusia terdidik menjadi bagian dari upaya membangun perekonomian yang lebih beragam. Kehadiran sarjana pertanian yang inovatif dan mandiri diharapkan mampu mendukung pengembangan usaha produktif sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Melalui momentum wisuda STIPER Kutim Tahun 2026, Idham berharap para lulusan dapat membuktikan bahwa gelar akademik bukan akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat. Dengan kemampuan menciptakan inovasi, mengembangkan usaha, dan memanfaatkan teknologi, para sarjana diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kutim yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (ADV/Kutim).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *