Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda – Ketergantungan terhadap sektor pertambangan batu bara menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam membangun perekonomian berkelanjutan. Untuk keluar dari bayang-bayang dominasi tambang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim mulai memperkuat sektor pertanian dan perkebunan melalui perluasan kerja sama antardaerah, salah satunya dengan Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, setelah penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemkab Kutim dan Pemkab Blitar di Aula UPTD Taman Budaya, Samarinda, Selasa (6/10/2026) malam. Kesepakatan yang dilakukan bersama Bupati Blitar Rijanto itu diarahkan untuk memperkuat hubungan ekonomi, meningkatkan ketersediaan bahan pangan, serta membuka peluang pengembangan sektor pertanian di kedua daerah.

Ardiansyah mengungkapkan, struktur perekonomian Kutim hingga saat ini masih sangat bergantung pada industri ekstraktif. Sektor pertambangan batu bara disebut menyumbang sekitar 70 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan masih menjadi penggerak utama perekonomian Kutim.

Namun, dominasi sektor tersebut juga menghadirkan tantangan, terutama karena penerimaan daerah dari dana bagi hasil sumber daya alam tidak selalu stabil. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mencari sumber pertumbuhan ekonomi alternatif yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kita sedang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang. Salah satunya dengan memperkuat sektor pertanian, terutama perkebunan kelapa sawit,” jelas Ardiansyah.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian dan perkebunan merupakan bagian penting dalam membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih beragam. Pengembangan komoditas unggulan, termasuk kelapa sawit, diharapkan dapat memperluas aktivitas ekonomi di luar pertambangan sekaligus meningkatkan kontribusi sektor produktif terhadap pembangunan daerah.

Selain memperkuat potensi perkebunan, Pemkab Kutim juga melihat kerja sama dengan Kabupaten Blitar sebagai peluang strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Pasalnya, sejumlah komoditas pertanian yang dibutuhkan masyarakat Kutim masih memerlukan dukungan pasokan dari daerah lain.

Ardiansyah menilai Kabupaten Blitar memiliki keunggulan dalam produksi berbagai komoditas pertanian. Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk membangun hubungan perdagangan yang saling menguntungkan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan di Kutim.

“Oleh karena itu, Kutai Timur membutuhkan pasokan produk pertanian dari Blitar, seperti cabai dan bawang merah, untuk melengkapi produksi lokal yang jumlahnya masih terbatas,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kerja sama antardaerah menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi. Dengan adanya hubungan perdagangan yang lebih terarah, pemerintah daerah berharap kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pokok dapat terpenuhi secara lebih baik.

Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Kelancaran distribusi komoditas dari wilayah penghasil menuju daerah yang membutuhkan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Bagi Kutim, kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan dalam jangka pendek. Hubungan ekonomi dengan Blitar juga berpotensi membuka ruang pertukaran pengalaman dan pengembangan program antardaerah, terutama dalam bidang pertanian dan peternakan.

Meski demikian, Ardiansyah mengingatkan bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret. Ia menginginkan organisasi perangkat daerah (OPD) dari kedua kabupaten segera membangun komunikasi untuk merumuskan bentuk kerja sama yang dapat dilaksanakan.

“nanti Mou ini ditindak lanjuti masing-masing OPD untuk bersama-sama menyusun program kerja apa yang dapat dikerjasamakan dalam beberapa tahun kedepan,” beber Ardiansyah.

Melalui koordinasi tersebut, masing-masing perangkat daerah diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan, potensi, dan program yang memungkinkan untuk dikerjakan bersama. Khusus sektor pertanian, pembahasan teknis dapat melibatkan dinas terkait dari kedua pemerintah kabupaten agar kesepakatan menghasilkan kegiatan yang terukur dan memberikan manfaat nyata.

Ardiansyah juga memandang bahwa setiap daerah mempunyai karakteristik dan keunggulan ekonomi berbeda. Karena itu, kerja sama antardaerah perlu dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat kedua kabupaten.

Dalam kesempatan yang sama, Ardiansyah turut mengundang Bupati Blitar Rijanto untuk kembali mengunjungi Sangatta. Undangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kedua pemerintah daerah setelah terjalinnya kesepakatan kerja sama.

Pertemuan di Samarinda itu juga dirangkaikan dengan peringatan Milad ke-1 Persaudaraan Paguyuban Blitar-Kaltim (PPBK). Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dari kedua kabupaten serta unsur masyarakat Blitar yang bermukim di Kalimantan Timur.

Momentum tersebut menjadi sarana memperkuat hubungan sosial sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi antara daerah di Kalimantan Timur dan Jawa Timur. Kehadiran paguyuban masyarakat diharapkan turut memberikan kontribusi dalam membangun komunikasi dan hubungan yang saling mendukung.

Ke depan, keberhasilan kerja sama Kutim dan Blitar akan sangat bergantung pada pelaksanaan program yang disepakati, termasuk efektivitas koordinasi dan kelancaran distribusi komoditas pangan antardaerah.

Melalui penguatan pertanian, pengembangan perkebunan, dan perluasan jaringan perdagangan, Pemkab Kutim berharap mampu membangun perekonomian yang lebih tangguh. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih beragam serta berkelanjutan. (ADV/Kutim).

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *