Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) mulai menyiapkan langkah penanganan pascakebakaran yang melanda kawasan permukiman warga.

Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan kelurahan serta kecamatan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat ditangani secara tepat.

Menurutnya, penanganan tidak hanya berfokus pada kondisi rumah yang terdampak kebakaran, tetapi juga diarahkan pada penataan kembali kawasan agar lebih tertib, layak huni, serta memenuhi aspek kesehatan dan keselamatan.

“Mudah-mudahan kami bisa segera menyelesaikan rencana yang sudah disiapkan. Setelah itu, rencana tersebut akan kami paparkan kepada warga dan pihak kelurahan untuk mendapatkan masukan, termasuk terkait langkah terbaik bagi warga atau korban terdampak kebakaran,” ujar Aidil.

Ia menjelaskan, Disperkim masih berada pada tahap perencanaan dan pendataan. Untuk bantuan maupun pembangunan fisik, pihaknya akan melakukan pembahasan bersama tim dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Disperkim juga tengah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar. Selain itu, bantuan bagi warga terdampak juga berpotensi diupayakan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu para korban kebakaran. Namun, saat ini kami memang belum sampai pada tahap pembangunan. Kami masih harus melakukan penataan ulang agar nantinya bangunan yang dibangun bisa lebih rapi, layak dihuni, dan memenuhi aspek kesehatan,” jelasnya.

Aidil menyebut, warga yang terdampak kebakaran menjadi prioritas dalam penanganan awal. Berdasarkan pendataan sementara, jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 75 orang.

Selain penanganan terhadap rumah yang terbakar, Disperkim Kukar juga akan mengevaluasi kondisi prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) di kawasan tersebut.

Penataan ulang dinilai penting mengingat permukiman telah berkembang selama puluhan tahun dan belum dibangun dengan konsep kawasan perumahan yang memiliki tata letak sejak awal.

“Kalau melihat kondisi kawasan ini, memang merupakan permukiman yang sudah berdiri sejak lama. Sebagian bangunan bahkan sudah ada sejak puluhan tahun lalu,” kata Aidil.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat penataan kawasan menjadi lebih kompleks. Karena itu, rencana penataan akan dibahas bersama warga, kelurahan, dan kecamatan agar langkah yang diambil tetap mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat.

“Insya Allah kami akan melakukan penataan ulang karena jumlah rumah di kawasan ini cukup banyak dan lokasinya juga cukup luas,” ujarnya.

Menurut Aidil, penataan tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih tertata sekaligus mengurangi risiko apabila terjadi bencana serupa di kemudian hari.

Salah satu bagian yang akan menjadi perhatian dalam penataan kawasan adalah ketersediaan sarana penanggulangan kebakaran, termasuk hidran.

Disperkim akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk memetakan titik-titik yang dinilai membutuhkan fasilitas hidran.

Pemetaan tidak hanya dilakukan di lokasi yang baru terdampak kebakaran, tetapi juga menyasar kawasan permukiman padat penduduk lainnya.

“Harapannya, keberadaan hidran dapat membantu mengurangi korban maupun luasan dampak apabila terjadi kebakaran di kemudian hari,” jelas Aidil.

Selain hidran, akses jalan juga menjadi bagian dari evaluasi. Aidil mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan yang tidak dapat dilalui kendaraan berukuran besar, termasuk kendaraan pemadam kebakaran.

Karena itu, kemungkinan pelebaran atau pembangunan akses jalan akan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan kelurahan dan masyarakat, termasuk pemilik lahan.

“Jika dilakukan pembangunan atau pelebaran jalan, tentu ada kemungkinan sebagian lahan warga terdampak. Karena itu, hal tersebut harus dikomunikasikan dengan baik. Mudah-mudahan mendapat dukungan dari warga serta pihak kelurahan dan kecamatan,” katanya.

Aidil menegaskan, seluruh langkah penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kebutuhan warga yang menjadi korban kebakaran.

“Yang menjadi prioritas dalam waktu dekat adalah penanganan warga yang menjadi korban kebakaran,” pungkasnya. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *