Timesnusantara.com, KUKAR – Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih berlanjut. Meski bangunan utama di dua lokasi telah rampung, kawasan tersebut belum diresmikan dan difungsikan secara optimal karena keterbatasan air selama musim kemarau serta belum lengkapnya sarana pendukung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, mengatakan dua kawasan pertanian terpadu tersebut berada di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, dan Desa Karang Tunggal, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Menurutnya, kedua kawasan itu disiapkan sebagai pusat pengembangan pertanian terpadu yang tidak hanya berfokus pada kegiatan budi daya, tetapi juga mencakup pengolahan hasil, pengemasan, pendidikan, pelatihan, hingga pengembangan wisata berbasis pertanian.
“Bangunannya sudah selesai, tetapi sarana pendukung di dalamnya masih kami lengkapi secara bertahap. Saat ini, kegiatan juga terkendala kemarau panjang sehingga ketersediaan sumber air terbatas,” ujar Ananias Jumat (9/10/2026).
Ia menjelaskan, peresmian kawasan tersebut belum dilaksanakan karena masih ada sejumlah kebutuhan yang harus diselesaikan. Pemerintah daerah juga berencana melanjutkan pemenuhan fasilitas pendukung pada 2027.
Ananias berharap KPT nantinya dapat berkembang menjadi pusat agroindustri, agroteknologi, agrobisnis, dan agrowisata. Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya dapat belajar mengenai teknik pertanian, tetapi juga mengembangkan usaha serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Untuk mendukung pengembangan kawasan,
Dinas Ketahanan Pangan Kukar turut menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Mulawarman (Unmul), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mahasiswa yang melaksanakan program kuliah kerja nyata (KKN) di kedua lokasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan inovasi dan penerapan teknologi yang bermanfaat bagi pengembangan pertanian.
“Kami mendorong mahasiswa yang melaksanakan KKN di dua kawasan ini untuk mengembangkan teknologi maupun inovasi. Jika hasilnya memiliki peluang untuk diterapkan dan dikembangkan, tentu akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Sebelumnya, kegiatan di kawasan tersebut telah diisi dengan pelaksanaan diseminasi teknologi yang dihadiri Asisten II Sekretariat Kabupaten Kukar. Mahasiswa UGM juga telah melaksanakan kegiatan KKN sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan kawasan pertanian terpadu.
Sementara itu, Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno, menyambut baik pembangunan kawasan pertanian terpadu yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Kukar. Ia menilai keberadaan kawasan tersebut berpotensi mendukung pengembangan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Loa Kulu.
Ia berharap kawasan tersebut dapat segera dilengkapi dan difungsikan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama petani di sekitar lokasi.
Dengan penyelesaian sarana pendukung dan pengembangan program secara bertahap, kawasan pertanian terpadu diharapkan menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan pengembangan usaha pertanian yang mampu mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat Kukar. (Adv)
Editor : RF
Sumber : AND
