Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong percepatan penambahan sarana mitigasi kebakaran di kawasan Jalan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Sebanyak 12 hingga 13 titik hidran diusulkan untuk memperkuat pasokan air dan mempercepat penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan usulan itu menjadi salah satu langkah konkret yang dibahas bersama DPRD Kukar sebagai upaya mengantisipasi terulangnya kebakaran. Selain pembangunan hidran, penyediaan tandon air berkapasitas besar di sejumlah titik rawan juga menjadi kebutuhan mendesak.

Menurut Fida, penyampaian kebutuhan tersebut merupakan bagian dari evaluasi kinerja sekaligus upaya menjelaskan kondisi riil yang dihadapi petugas pemadam kebakaran, terutama di tengah keterbatasan anggaran.

“Kami menyampaikan hal-hal yang bisa kami lakukan berdasarkan kemampuan dan data yang terdokumentasi. Alhamdulillah, laporan tersebut mendapat sambutan baik dari DPRD. Kami berharap dukungan ini dapat ditindaklanjuti, termasuk melalui dukungan dari pihak eksekutif,” ujarnya Senin (12/10/2026).

Ia menegaskan, penyampaian kondisi tersebut bukan bertujuan untuk mengeluh, melainkan agar kebutuhan penanganan kebakaran dapat dipahami dan ditindaklanjuti bersama.

Fida menyebutkan, langkah jangka pendek perlu segera direalisasikan karena risiko kebakaran masih mengancam kawasan Danau Aji.
Ketersediaan sumber air yang memadai dinilai penting untuk membantu petugas melakukan pemadaman secara lebih cepat dan efektif.

Dalam pembahasan tersebut, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) juga menyatakan kesiapan membantu, khususnya dalam penyediaan jaringan perpipaan. Jaringan pipa induk berpotensi dimanfaatkan untuk pemasangan hidran karena memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan jaringan yang melayani kebutuhan rumah tangga.

Meski demikian, penentuan titik pemasangan, kapasitas jaringan, dan spesifikasi teknis masih memerlukan kajian lapangan oleh pihak yang berkompeten. Pemetaan lokasi telah dilakukan, tetapi pembagian tanggung jawab antara Disdamkarmatan, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), PDAM, serta instansi terkait lainnya perlu diperjelas.

Dari sisi pembiayaan, pengadaan satu unit hidran diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp15 juta hingga Rp17 juta, belum termasuk biaya pemasangan. Dengan kebutuhan mencapai 12–13 titik, diperlukan perencanaan anggaran yang matang agar pengadaan dan instalasi dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Sebagai alternatif, dukungan pembiayaan dari pihak lain melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) juga dapat dijajaki.

Selain penanganan jangka pendek, Fida menilai penataan kawasan perlu menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Penyediaan area khusus atau ruang terbuka yang mendukung operasional pemadam kebakaran dapat dipertimbangkan, termasuk kemungkinan penataan ulang kawasan dan pembebasan lahan apabila diperlukan.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat, terutama mengenai tata cara melaporkan kebakaran, langkah evakuasi, dan tindakan awal yang aman sebelum petugas tiba di lokasi.

Fida berharap koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, Disdamkarmatan, PDAM, Perkim, dan masyarakat dapat mempercepat realisasi kebutuhan sarana mitigasi kebakaran di kawasan Danau Aji.

Dengan dukungan sarana air yang memadai dan pembagian tanggung jawab yang jelas, upaya pencegahan serta penanganan kebakaran diharapkan semakin optimal, sekaligus meminimalkan risiko kerugian dan dampak terhadap keselamatan warga. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *