Timesnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan sekitar 70 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dibangun di wilayahnya dapat beroperasi paling lambat akhir 2026. Pengoperasian tersebut menunggu kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN), terutama bagi dapur yang sebelumnya tertahan akibat moratorium.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan hal itu setelah kunjungan Direktur Manajemen Risiko BGN ke Kukar. Dalam kunjungan tersebut, dibahas kebijakan pembukaan SPPG, termasuk yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dari 20 SPPG yang menjadi bagian dari kebijakan pembukaan tersebut, sebanyak 17 unit berada di wilayah 3T. Peresmian secara seremonial salah satunya dilaksanakan di Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana.
“Dari 20 SPPG tersebut, 17 di antaranya berada di daerah 3T. Sebenarnya, dapur-dapur itu sudah terbangun, tetapi karena ada moratorium, untuk sementara belum dioperasikan,” ujar Sunggono Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, selain di wilayah 3T, sejumlah dapur SPPG juga telah dibangun di kawasan aglomerasi. Secara keseluruhan, jumlah SPPG yang telah terbangun di Kukar diperkirakan mencapai sekitar 70 unit.
Menurut Sunggono, berdasarkan komitmen yang disampaikan Kepala BGN dalam pertemuan daring bersama pemerintah daerah, dapur SPPG yang telah selesai dibangun diharapkan dapat segera dioperasikan secara bertahap.
Namun, pengoperasian tidak berarti membuka pembangunan SPPG baru. Prioritas diberikan kepada dapur yang sudah selesai dibangun, terverifikasi, dan terdaftar dalam portal BGN.
“Yang akan dioperasikan adalah SPPG yang sudah terbangun, selesai, terverifikasi, dan masuk dalam portal BGN. Tidak ada penambahan SPPG baru yang dibuka dalam kebijakan ini,” jelasnya.
Pemkab Kukar berharap kepastian pengoperasian tersebut dapat mempercepat pelaksanaan program pemenuhan gizi, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini menghadapi tantangan akses pelayanan.
Dengan beroperasinya dapur-dapur yang telah siap, distribusi layanan pemenuhan gizi di Kukar diharapkan semakin merata, baik di kawasan aglomerasi maupun wilayah 3T. (Adv)
Editor : RF
Sumber : AND
