Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM. Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, berharap hujan segera mengguyur wilayah Kutai Timur untuk membantu mengatasi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belakangan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Harapan tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri kegiatan Kutai Timur Bersholawat dan Lailatul Ijtima yang digelar di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (16/10/2026) malam.

Kegiatan yang diinisiasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kutim tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur.

Ribuan jemaah hadir mengikuti rangkaian selawat, zikir, dan doa bersama. Mereka memanjatkan doa agar wilayah Kutai Timur segera mendapatkan hujan yang membawa keberkahan sekaligus membantu mengurangi dampak kebakaran lahan.

Ardiansyah menilai kondisi lingkungan yang tengah dihadapi masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian seluruh pihak.

Menurutnya, ancaman karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Kabut asap akibat kebakaran lahan dapat menurunkan kualitas udara, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah mengajak masyarakat memperkuat doa sekaligus melakukan berbagai langkah nyata untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Ia berharap hujan yang turun nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, membantu memadamkan titik api, serta mengurangi dampak kekeringan.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya memohon agar hujan yang datang tidak menimbulkan bencana baru, seperti banjir maupun tanah longsor.

Selain memanjatkan doa, pemerintah daerah memerlukan dukungan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Pencegahan karhutla dapat dilakukan melalui berbagai langkah sederhana, termasuk menghindari pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Kerja sama pemerintah, aparat, relawan, perusahaan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan kebakaran.

Momentum Kutai Timur Bersholawat juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-PKK Kutim Siti Robiah, Ketua DPRD Kutim Jimmi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan ini, Ardiansyah berharap masyarakat tetap menjaga persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.

Peringatan HUT ke-27 Kutim diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga sarana memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Dengan dukungan seluruh pihak, pemerintah daerah berharap ancaman karhutla dapat ditangani secara maksimal sehingga kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *