Bagikan 👇

Timesnusantara.com – KUTIM. Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan anggota dalam pengelolaan koperasi simpan pinjam, terutama lembaga yang memiliki keanggotaan dari berbagai wilayah dan latar belakang sosial.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Pra-Rapat Anggota Tahunan (Pra-RAT) Tahun Buku 2026 dan Pra-Rencana Bisnis dan Program (Pra-BP) Tahun Buku 2027 Credit Union (CU) Daya Lestari di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (17/10/2026).

Ardiansyah menilai Credit Union memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan koperasi yang dibentuk berdasarkan kesamaan wilayah, tempat bekerja, maupun jenis usaha tertentu.

Pasalnya, keanggotaan Credit Union dapat berasal dari berbagai daerah dengan kondisi ekonomi dan latar belakang sosial yang berbeda.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus dalam membangun hubungan yang harmonis sekaligus menjaga kepercayaan anggota terhadap lembaga.

“Hanya hal yang menarik di sini adalah harus adanya tingkat kepercayaan yang cukup tinggi kepada para anggota. Karena anggotanya heterogen,” ujar Ardiansyah.

Ia menjelaskan, keberagaman anggota tidak hanya terlihat dari tempat tinggal, tetapi juga pekerjaan, kondisi sosial, serta kebutuhan ekonomi masing-masing.

Berbeda dengan koperasi perkebunan yang anggotanya memiliki kesamaan kegiatan usaha, Credit Union harus mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat dari berbagai kelompok.

“Kalau misalnya koperasi kebun kan satu, punya kebun. Atau koperasi di sebuah kantor itu hanya satu. Kali ini tidak, ini heterogen,” jelasnya.

Menurut Ardiansyah, keberagaman tersebut harus dijawab melalui sistem pengelolaan organisasi yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Pengurus dituntut mampu memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh anggota tanpa membedakan asal wilayah maupun latar belakang ekonomi.

Selain itu, pengelolaan simpanan dan pinjaman harus dilakukan secara hati-hati agar dana yang dipercayakan anggota dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Sehingga butuh tingkat kepercayaan yang luar biasa. Pengurus juga harus betul-betul meyakinkan kepada anggotanya,” tegas Ardiansyah.

Sebagai data pendukung, Credit Union merupakan bentuk koperasi keuangan yang mengedepankan prinsip keanggotaan, partisipasi, dan pengelolaan dana bersama.

Dalam praktiknya, anggota berperan sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan koperasi.

Kegiatan utama lembaga ini umumnya meliputi penghimpunan simpanan anggota, penyaluran pinjaman, pendidikan keuangan, serta penguatan kesejahteraan ekonomi anggota.

Prinsip tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang menempatkan koperasi sebagai badan usaha beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan berlandaskan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan.

Dalam konteks pengelolaan keuangan, transparansi menjadi faktor penting untuk memastikan setiap anggota memperoleh informasi mengenai perkembangan usaha dan kondisi keuangan organisasi.

Pelaksanaan rapat anggota juga menjadi sarana pengawasan internal karena anggota memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kebijakan pengurus.

Ardiansyah berharap CU Daya Lestari terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat sistem pengawasan organisasi.

Menurutnya, keberhasilan koperasi tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang dikelola, tetapi juga kemampuan lembaga mempertahankan kepercayaan anggotanya.

Dengan tata kelola yang baik, Credit Union diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat di Kutai Timur.

Editor : RF
Sumber : ALW

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *