Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat konektivitas transportasi bagi masyarakat, khususnya pelajar yang membutuhkan akses menuju sekolah. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), program bus sekolah dikembangkan untuk membantu mengatasi kendala transportasi, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Kepala Dishub Kukar Ahmad Junaidi mengatakan, saat ini pemerintah daerah telah memfasilitasi sembilan unit bus sekolah yang beroperasi di sejumlah kecamatan. Penempatan armada tersebut dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan serta diskusi dengan pihak kecamatan.

“Memang baru ada sembilan bus sekolah yang kami fasilitasi di beberapa kecamatan berdasarkan analisis dan diskusi dengan teman-teman kecamatan yang membutuhkan,” ujarnya Senin (26/10/2026).

Upaya memperluas layanan tersebut akan berlanjut dengan penyaluran satu unit bus bantuan dari Kementerian Perhubungan untuk Kecamatan Sangasanga. Penyerahan armada itu direncanakan pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh jajaran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sanga-Sanga.

Menurut Junaidi, penambahan armada tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pemuda Sangasanga, yang sebelumnya mengajukan permohonan penyediaan transportasi bagi pelajar.

Ia menjelaskan, perwakilan pemuda setempat telah menyampaikan permohonan tersebut sekitar sembilan bulan lalu. Dalam usulannya, mereka juga menyatakan kesiapan untuk mendukung operasional bus, mulai dari penyediaan pengemudi dan kernet hingga kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).

“Jadi, kami hanya menyerahkan bus. Operasionalnya nanti dilakukan oleh pemerintah kecamatan bersama teman-teman KNPI dan relawan di Sangasanga,” jelasnya.

Pola kolaborasi tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi agar layanan transportasi pelajar dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan pembagian peran antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, organisasi kepemudaan, relawan, dan pihak terkait lainnya, kebutuhan transportasi siswa diharapkan dapat ditangani secara bersama-sama.

Selain Sangasanga, layanan bus sekolah yang telah berjalan tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Tenggarong, Loa Tebu, Rapak Lambur, Loa Kulu, Kota Bangun, Kembang Janggut, Tabang, serta kawasan Samboja, termasuk Muara Jawa dan Muara Badak.

Junaidi menegaskan, pengembangan layanan bus sekolah menjadi penting, terutama bagi pelajar yang tinggal di wilayah dengan akses transportasi terbatas. Kondisi geografis dan jarak permukiman menuju sekolah masih menjadi tantangan yang perlu ditangani melalui solusi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Karena itu, Dishub Kukar mendorong keterlibatan masyarakat dan perusahaan melalui kerja sama dengan pihak sekolah maupun pemerintah kecamatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan transportasi pelajar, khususnya di kawasan perkebunan kelapa sawit dan wilayah yang sulit dijangkau.

Ia mencontohkan sejumlah daerah yang menghadapi kendala akses akibat kondisi geografis maupun jalur transportasi yang terbatas. Situasi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pelajar tetap memiliki sarana transportasi yang aman dan memadai untuk berangkat ke sekolah.

“Dengan keterbatasan anggaran, kami berharap ada partisipasi masyarakat dan perusahaan untuk berdiskusi dengan pihak sekolah maupun kecamatan dalam mencari solusi atas permasalahan transportasi anak sekolah, terutama di daerah yang memang sulit akses transportasinya,” ungkapnya.

Melalui pengembangan bus sekolah dan penguatan kerja sama lintas sektor, Pemkab Kukar berharap pemerataan akses pendidikan dapat semakin baik.

Kehadiran transportasi yang memadai tidak hanya membantu mobilitas pelajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *