Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Memasuki usia delapan tahun, PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) diharapkan semakin memperkuat kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Selain mengoptimalkan pengelolaan partisipasi daerah di sektor minyak dan gas bumi (migas), perusahaan daerah tersebut juga didorong mengembangkan usaha di sektor non-ekstraktif.

Harapan itu disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 atau sewindu PT MGRM di Kantor Graha MGRM, Jalan Lais Nomor 77, RT 07, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Senin (26/10/2026).

Aulia mengatakan, selama ini PT MGRM menjadi salah satu perusahaan daerah yang memberikan kontribusi terhadap PAD Kukar, terutama melalui pengelolaan participating interest (PI) di Wilayah Kerja (WK) Mahakam.

Menurutnya, capaian tersebut perlu menjadi pijakan bagi perusahaan untuk memperluas peluang usaha dan meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan.

“Kita berharap di ulang tahun yang ke-8 ini, MGRM bisa menjadi perusahaan daerah yang memberikan kontribusi lebih besar lagi terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan sektor bisnis non-ekstraktif menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan. Dengan demikian, kontribusi PT MGRM terhadap keuangan daerah diharapkan tidak hanya bertumpu pada sektor migas.

“Kita berharap ke depan MGRM juga mampu mengembangkan sektor-sektor bisnis non-ekstraktif, sehingga pendapatan yang dikontribusikan sebagai PAD bisa meningkat dan lebih besar lagi,” katanya.

Selain mendorong peningkatan kinerja perusahaan, pengembangan usaha juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. Karena itu, inovasi dan perluasan bidang usaha menjadi bagian penting dalam perjalanan PT MGRM memasuki usia sewindu.

PT. MGRM juga tengah mengembangkan usaha pendukung sektor perikanan melalui pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Proyek tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan bakar bagi nelayan.

Sementaraitu, Direktur Utama PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) Kabupaten Kutai Kartanegara Efri Novianto menjelaskan, proses perizinan pembangunan SPBN telah diselesaikan melalui Pertamina Patra Niaga sekitar satu hingga dua pekan sebelum kegiatan syukuran berlangsung.

Saat ini, pembangunan fisik mulai berjalan. Lahan telah disiapkan, sedangkan dua unit tangki berkapasitas masing-masing 15 kiloliter (KL) sedang dalam proses pengiriman.

“Kalau secara progres, hitungan kami mungkin sudah 10 sampai 20 persen. Target kami, tahun ini pembangunan fisiknya selesai, sehingga Januari 2027 sudah bisa beroperasi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, proses perizinan SPBN membutuhkan tahapan cukup panjang. Proses tersebut dimulai dari pendataan nelayan, pemenuhan dokumen kapal berupa pas kecil yang diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), hingga pengajuan data dan rekomendasi melalui instansi terkait di tingkat provinsi dan kementerian.

Setelah rekomendasi diperoleh, proses dilanjutkan ke Pertamina Patra Niaga untuk memenuhi berbagai persyaratan, termasuk perizinan tata ruang, lingkungan, dan persyaratan teknis lainnya hingga terbit izin prinsip pembangunan.

“Persyaratannya banyak sekali. Padahal, niat kita baik untuk membantu nelayan. Namun, proses perizinannya memang cukup panjang,” ungkapnya.

Meski demikian, PT MGRM berharap adanya kebijakan percepatan perizinan bagi program Kampung Nelayan Merah Putih dapat mempermudah pengembangan fasilitas serupa ke depan.

Dengan bertambahnya bidang usaha dan dukungan terhadap sektor produktif masyarakat, PT MGRM diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *