Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang memiliki tantangan geografis dan akses transportasi.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan kondisi geografis Kukar yang luas dengan jarak antardaerah cukup berjauhan menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan layanan MBG.

Menurutnya, berbeda dengan daerah di Pulau Jawa yang memiliki akses dan jangkauan relatif lebih mudah, pelaksanaan MBG di Kukar masih berfokus pada upaya memastikan seluruh anak mendapatkan layanan pemenuhan gizi secara optimal.

“Untuk saat ini, pelaksanaan MBG baru dapat dioptimalkan di wilayah perkotaan dan daerah dengan kepadatan penduduk yang relatif tinggi,” ujarnya Minggu (1/11/2026).

Meski demikian, pemerintah daerah terus mendorong perluasan jangkauan program tersebut hingga ke wilayah yang memiliki tantangan geografis lebih besar, seperti Kecamatan Kenohan dan Kembang Janggut.

Aulia menjelaskan, pelaksanaan MBG di kedua wilayah tersebut sudah berjalan. Namun, statusnya sebagai daerah kategori 3T membuat proses penyaluran membutuhkan upaya dan kerja ekstra agar pelayanan dapat berjalan maksimal.

Hal tersebut menjadi perhatian Pemkab Kukar agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh manfaat program pemenuhan gizi.
Ia menilai, MBG merupakan program strategis yang memberikan manfaat nyata dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak. Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan anak memperoleh asupan gizi sesuai standar kebutuhan pertumbuhan.

Selain menyasar anak-anak, Pemkab Kukar juga melengkapi upaya pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis yang diperuntukkan bagi balita dan lanjut usia (lansia).

Dengan demikian, upaya peningkatan kualitas gizi di Kukar tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga mencakup kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Aulia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengupayakan pemerataan pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kukar.

Menurutnya, pemenuhan gizi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di Kutai Kartanegara. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *