Bagikan 👇

Timesnusantara.com, KUKAR – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggandeng akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk mengkaji kerusakan turap di kawasan Taman Musik Tenggarong.

Kajian teknis tersebut dilakukan guna memastikan penyebab kerusakan sekaligus menentukan metode penanganan yang tepat, apakah cukup diperbaiki dan diperkuat atau harus dibongkar untuk dibangun kembali.

Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, mengatakan kajian akan dipercepat dan ditargetkan terlaksana pada November 2026. Hasil kajian akademisi nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan, termasuk menghitung kebutuhan anggaran.

“Kami tidak ingin perbaikan dilakukan hanya untuk sementara, kemudian kerusakan serupa kembali terjadi. Karena itu, aspek kekuatan dan ketahanan konstruksi untuk jangka panjang harus menjadi perhatian utama,” ujarnya Selasa (3/11/2026).

Wiyono menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi turap tersebut relatif telah sesuai dengan ketentuan. Namun, terdapat kemungkinan kerusakan dipengaruhi faktor alam dan kondisi tanah di sekitar lokasi.

Bahkan, berdasarkan pengamatan awal, pergeseran atau kemiringan turap diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter. Meski demikian, angka tersebut masih perlu dipastikan melalui pengukuran dan kajian teknis lebih lanjut.

Ia menegaskan, hasil kajian akan menentukan apakah struktur yang ada masih layak dipertahankan dengan perbaikan dan penguatan atau perlu dibongkar secara keseluruhan.

“Jangan sampai anggaran sudah dikeluarkan, tetapi hasil perbaikannya tidak maksimal. Kami ingin penanganan ini benar-benar tuntas dan memiliki ketahanan untuk jangka panjang,” tegasnya.

Terkait anggaran, Wiyono menyebutkan pihaknya belum dapat memastikan besaran biaya perbaikan karena masih menunggu hasil kajian. Apabila diperlukan penguatan struktur tambahan atau pembangunan ulang, tentu akan berpengaruh terhadap kebutuhan anggaran.

Ia berharap, apabila memungkinkan, perbaikan dapat direalisasikan pada 2027. Terlebih, Taman Musik merupakan salah satu ikon Kota Tenggarong yang memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Menurutnya, penataan kawasan perkotaan dan pengembangan destinasi wisata perlu terus diperhatikan. Selain menjadi ruang publik, keberadaan kawasan wisata juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang di sekitarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, yang turut melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Kepala Dinas PU Kukar ke lokasi tersebut, meminta agar kerusakan turap segera ditindaklanjuti melalui penanganan menyeluruh.

Ia menilai, kerusakan yang terjadi perlu mendapat perhatian serius karena Taman Musik berada di kawasan strategis dan menjadi salah satu ikon daerah.

“Berdasarkan koordinasi dengan Kepala Dinas PU Kukar, secara perencanaan maupun pelaksanaan sejauh ini tidak ditemukan adanya pelanggaran teknis. Namun, diduga terdapat anomali pada struktur tanah yang turut memengaruhi kondisi bangunan,” ungkap Ahmad Yani. (Adv)

Editor : RF
Sumber : AND

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *