Bagikan 👇

Timesnusantara.com , Samarinda-
Kelangkaan BBM jenis solar menjadi keresahan bagi penggunanya. Bahkan para sopir truk harus menginap di SPBU di sejumlah daerah, khususnya di Samarinda.

Hingga akhirnya kalangan sopir truk mengepung Balai Kota Samarinda untuk menuntut hak dan kebijakan, agar kelangkaan BBM bersubsidi ini bisa segera diselesaikan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar turut hadir dalam persoalan tersebut, Politikus Fraksi Partai Gerindra ini mengaku prihatin dengan dikeadaan saat ini, yang kini menyerang ke berbagai aspek di kehidupan masyarakat. Deni mengatakan, yang bisa menjelaskan persoalan ini sebenarnya dari pihak PT. Pertamina (Persero). “Segera akan kami jembatani para pelaku usaha yang terdampak, melalui hearing bersama pihak Pertamina,” ucap Deni, Rabu (24/8/2022).

Sebab ia melihat, dari Pemkot Samarinda tidak memiliki kewenangan untuk mengatur pendistribusian BBM melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sebab itu menjadi kewenangan PT Pertamina (Persero). “Sehingga yang bisa menjelaskan kenapa BBM ini langka, harusnya dari Pertamina, makanya Pak Walikota (Andi Harun) sebut Pertamina itu biang kerok,” ucap Deni.

Harapan Deni, meminta agar Pemkot Samarinda bersama aparat penegak hukum terkait bisa segera berdiskusi dan menindaklanjuti persoalan oknum BBM bersubsidi. Sebab menurut hal ini, Deni mengatakan, menyangkut kesejahtraan hidup banyak orang. “Semua harusnya bisa berkolaborasi agar permasalahan kelangkaan BBM ini bisa segera teratasi,” tutup Deni.

-Penulis Rudy Fadlansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *