Timesnusantara.com , Samarinda-
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) merupakan salah satu dari 172 kampus Perguruan Tinggi yang dimiliki oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Kampus ini terletak di Samarinda, ibu kota provinsi Kalimantan Timur.
Dalam rangka Puncak MILAD Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan Penutupan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Masta Maba), Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H Haedar Nashir, M. Si. turut menghadiri acara tersebut. Minggu, (28/08/2022)

Turut dihadiri juga oleh para pengurus Muhammadiyah Kaltim diantaranya Dra.Hj.Siti Nordjannah Djohantini, ketua PP Aisyiyah,dan hadir KH.Suuatman,SPD.MM.Ketua PWM Kaltim dan juga hadir prof Bambang Setiadji Rektor UMKT, dr.Agus Sukacam,kes ketua BPH UMKT beserta Dr. Sofyan Hasdam mantan Walikota Bontang dua periode.
Acara Puncak MILAD UMKT yg ke-5 sekaligus penutupan Masta MABA UMKT berlangsung lancar dan meriah. Dimana acara tersebut dibuka dengan shalat adzhar bersama para mahasiswa-mahasiswi dilapangan Gedung UMKT.
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, “Para mahasiswa-mahasiswi harus disertai Spirit, yang disebut sebagai N-Ach (Need for Achiement) Semangat, Fearless, Jiwa, yang selalu ingin meraih prestasi terbaik dan berbuat yang baik”. Ucap Haedar.
Lanjut Haedar Mengatakan, Pembelajaran dan Pendidikan semua perimbas dengan adanya Covid-19 pada 2 tahun ini, membuat kita tidak stabil, tetapi bukan cuma kita, tetapi semuanya, dan bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh dunia. “Kemudian pada saat yang sama juga kita Recovery untuk konsolidasi keuangan dan karena kami ini tidak diam, kita membentuk Muhammad Command Center (MCC) yang dimana itu menghabiskan sampai lebih dari 1 triliun rupiah. Yang dimana kami mempunyai 172 perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyah yang kemudian kita saling kolaborasi untuk bangkit dari Pendemi dan sekarang dengan pembukaan yang masih baru Alhamdulillah hampir semua perguruan tinggi kita memperoleh kepercayaan dari masyarakat Indonesia dan perguruan tinggi di Malaysia, University Muhammadiyah Malaysia sudah mulai operasi tahun ini di kampus pertamanya”.

Dalam wawancara bersama media, Haedar berpesan, Yang paling penting dari Indonesia sesungguhnya bagaimana kita memanfaatkanya dan kebersamaan untuk membangun bangsa ini dan jangan sampai karena alasan-alasan politik pembelahan Ideologi dan lain-lain, “Kita berharap negara itu juga semakin hadir untuk betul-betul mengangkat apa ekonomi rakyatnya karena masa pandemi yang paling merasakan itu kan rakyat kecil. Kita bersama oleh negara oleh kekuatan masyarakat itu yakni, Bagaimana sekarang secara progresif kita mengangkat Kesejahteraan Rakyat UMKM menjadi salah satu program center of excellent. Dan Insyaallah termasuk hubungan rekan-rekan wartawan bahwa kita harus punya kebanggaan dengan apa yang kita miliki itu banyak. Tutup Haedar.
- Penulis Rudy Fadlansyah
