Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.
Kegiatan Komisi IV DPRD Kota Samarinda Diskusi Bersama membahas Mengenai Gaji dan Tambahan Penghasilan Bagi Guru Tenaga Kependidikan (GTK), Serta Pembiayaan Pendidikan di Kota Samarinda.

Kegiatan ini berlangsung digedung Ruang Sidang Utama Lantai 2 DPRD Kota Samarinda. Kamis, (8/9/2022).

Dalam kegiatan tersebut turut pula mengundang, Ketua DPRD Kota Samarinda, Wakil DPRD Kota Samarinda, Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Team Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Dewan Pendidikan Kota Samarinda, PGRI Kota Samarinda, MKKS SMP Negeri Kota Samarinda, MKKS SMP Swasta Kota Samarinda, K3S SD Negeri Kota Samarinda, K3S SD Swasta Kota Samarinda, OMBUSDMAN Kota Samarinda.

Kegiatan tersebut tertunda dikarenakan adanya kendala Listrik Mati di Kota Samarinda, dan dari pihak TAPD yang tidak hadir.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda Sri Puji Astuti dalam paparannya menyebut, Terkait TAPD yang tidak hadir, Komisi IV akan agendakan jadwal ulang sampai waktu yang belum ditentukan. Dikarenakan Hearing ini terkait Perda, Komisi IV akan memanggil pihak terkait di agenda selanjutnya.

“Jadi ini forum sebenarnya hanya diskusi, diskusi menerima masukan-masukan. Namanya diskusi ini kan mencari solusi, nah itulah yang kami lakukan tadi. Nah tadi tidak bisa dilanjutkan karena lampu mati,” tutup Puji.

Terkait pembahasan agenda tersebut Ketua Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdatul Ulama (PC.Pergunu) Kota Samarinda Hj. Farida Ariani berharap, Insentif Guru dan Tunjangan Guru harus tetap ada, dikarenakan nasib Guru-guru yang berada di Kota Samarinda semua terletak disana.

“Kalau mereka dihilangkan insentifnya mereka mau kemana, karena gaji guru juga hanya sebatas 200ribu-300ribu dan ada yang tidak sama sekali,” tutup Farida.

  • Penulis RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *