Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.
Berlangsungnya Demo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jilid II terkait Penolakan Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Senin, (12/9/2022).

Demo Jilid II ini sempat kisruh dengan aparat dikarenakan adanya tuntutan para mahasiwa ingin memasuki gedung DPRD Kota Samarinda dan menuntut atas Penolakan kenaikan BBM dan Mengecam Tindakan Kekerasan yang dilakukan oleh Aparat keamanan terhadap para aktivis di seluruh Indonesia.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menutup akses jl. Basuki Rahmat, Samarinda, Gedung DPRD Kota Samarinda. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali turun ke jalan untuk anspirasi kan sebagai representasi suara rakyat yang dibungkam.

Fahril selaku Kordinator Lapangan mewakili para mahasiswa HMI menyebut, Dalam HMI menyampaikan 2 tuntutan, yang disampaikan tuntutan besar yaitu penolakan kenaikan bbm bersubsidi dan mengecam tindakan kekerasan aparat keamanan terhadap aktivis di seluruh Indonesia itu dan beberapa tuntutan tuntutan yang disampaikan di oleh orasi orasi politik.

“Itu tindakan yang kami kecam sampai hari ini. Itu adalah sebuah tindakan pembungkaman yang sangat tidak memanusiakan manusia. Mereka mengatakan mengayomi masyarakat. Tapi nyatanya sampai hari ini, apa yang dialami para birokrat oligarki yang mereka lindungi di negara kita saat ini.” Ucap Fahril.

Fahril pun mengatakan pesan ini untuk disampaikan kepada Anggota DPRD Kota Samarinda, “Kalau satu berapa kata untuk dewan suarakan lah suara rakyat sesuai dengan seharusnya, yang di mana mereka para rakyat telah amanahkan untuk menyuarakan suara rakyat. Sebaik baiknya mereka telah diberikan kepercayaan dengan penuh yang harusnya mereka maksimalkan.” Tutup Fahril.

Sesampainya menyampaikan orasi, belum ada anggota dewan yang ditemui. Karena tuntutan mereka yang meminta agar ketua DPRD bisa menemui para pendemo, hingga aksi demo dibubarkan tak kunjung ada pertemuan. Dikarenakan ketua DPRD Samarinda sedang tidak berada ditempat.

  • Penulis RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *