Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.
Seruan Aksi Mahasiswa Aliansi Masyarakat Kaltim Membara berlangsung diKantor DPRD Provinsi Kaltim. Selasa, (14/9/2022).

Para Mahasiswa Aliansi Masyarakat Kaltim Membara, menggelar aksinya dikantor DPRD Provinsi Kaltim dengan menyuarakan Penolakan Kenaikan Harga BBM yang dimana kenaikan BBM ini sangat berdampak kepada Masyarakat.

Dalam Aksinya Para Mahasiswa Aliansi Masyarakat Kaltim Membara yang merupakan penyambung dari lidah masyarakat Kaltim menyampaikan beberapa tuntutan yang menjadi keresahan masyarakat kaltim maupun Indonesia.

Keresahan masyarakat yaitu kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM bersubsidi, bahwasannya kenaikan BBM ini menurut para mahasiswa, masyarakat masih menjerit pasca Covid-19 yang ekonominya belum pulih total, tetapi pemerintah khususnya pimpinan eksekutif dinegara indonesia tidak memiliki komitmen yang besar berbicara tentang kesejahteraan masyarakat kecil di negara indonesia.

Oleh karena itu Para Mahasiswa Aliansi Masyarakat Kaltim Membara tegas menolak kebijakan kenaikan harga BBM. Adapun beberapa tuntutan Para Mahasiswa Aliansi Masyarakat Kaltim Membara sebagai berikut :

  1. Para Mahasiswa Aliansi Masyarakat Kaltim Membara, mendorong payung hukum yang jelas terhadap penggunaan BBM bersubsidi.
  2. Mengevaluasi PPH migas yang bertugas melakukan peraturan dalam pelaksanaan distribusi BBM bersubsidi. Pasalnya PPH migas ditunjuk pemerintah untuk mengawasi distribusi penyaluran BBM bersubsidi.
  3. Mendesak pemerintah memberantas mafia migas dan juga tambang ilegal dikaltim.

Beberapa tuntutan Para mahasiswa tersebut pun, mendapat tanggapan dari Ketua DPRD Provinsi Kaltim Hasanuddin Mas’ud, sesaat ingin menyampaikan dialog dan berdiskusi dihadapan ratusan Para Mahasiswa, Ketua DPRD Provinsi dijaga ketat oleh polisi dan pamdal yang berjaga disekitar Para Mahasiswa nyaris ricuh, yang dimana para mahasiswa ingin mendengar langsung Ketua DPRD Provinsi Kaltim berdiskusi diatas mobil komando yang mahasiswa siapkan.

Polisi dan Pamdal tidak ingin mengambil resiko, Ketua DPRD Provinsi ditarik mundur dari hadapan ratusan Mahasiswa yang akhirnya batal berdialog dan diskusi dihadapan para mahasiswa.

  • Penulis RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *