Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.
Banjir yang kerap melanda di Kota Samarinda menjadi hal yang sudah sering kita jumpai. Kota Samarinda selalu didera masalah banjir hingga saat ini, cakupan wilayah banjir masih tersebar di seluruh Kota untuk itu diperlukannya strategi peningkatan pegendalian banjir di Kota Samarinda agar permasalahan banjir dapat diatasi.

Seiring dengan itu juga Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda yang merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dituntut untuk lebih tanggap melindungi dan melayani kepentingan masyarakat dalam rangka pelaksanaan pembangunan daerah seutuhnya, memerhatikan kondisi sarana pengendalian banjir, saluran drainase, gorong-gorong terutama dengan datangnya musim penghujan menjadi isu strategis karena hampir seluruhnya dalam Kota Samarinda terdapat titik-titik genangan air yang dapat menimbulkan terjadinya bencana banjir.

Menanggapi hal tersebut Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Jawad Sirajuddin mengatakan, memang menanggulangi permasalahan banjir di Kota Samarinda tidak mudah dikarenakan Kota Samarinda termasuk daerah yang berkembang pesat dan berdampak kepada bangunan saluran air yang ada.

“Misalnya ada pembangunan perumahan baru, itu biasanya tidak melihat dari sisi lingkungan,”

“Banjir ini kan bahasa umum, tapi yang paling mendasar itu genangan, contoh misalnya disimpang empat jalan lembuswana-dr.sutomo nah disitu bukan banjir, itu genangan sebenarnya disitu,” ucapnya.

Ia mengatakan, ini akan menjadi bahan evaluasi kepada dinas terkait agar program-program drainase besar bisa terlaksana secapatnya.

“Harapannya, termasuk pompa airnya siap diakhir tahun ini, dan juga tahun 2023 mendatang sudah tidak melihat lagi kita genangan air,” Tutupnya.

  • Penulis RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *