Timesnusantara.com – Samarinda.
Diketahui sebelumnya Panitia Khusus (Pansus) Kesenian Daerah Provinsi Kaltim melalui Rapat Paripurna DPRD Kaltim yang ke-26, Senin (18/7/22) lalu telah dibentuk.
Anggota DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry yang terpilih sebagai ketua Panitia Khusus (Pansus) Kesenian Daerah Provinsi Kaltim beserta Tim Pansus lainnya, melakukan kunjungan konsultasi ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Kesenian Daerah Provinsi Kalimantan Timur.
Adapun dalam kunjungan konsultasi ke Kemendagri waktu lalu, ketua pansus Sarkowi menjelaskan, bahwa kunjungan tersebut terkait penyampaian hasil kerja pansus yang dimana hal ini Kemendagri mengusulkan perlu adanya perubahan judul pansus yang awalnya pansus kesenian daerah berubah menjadi Raperda Pemajuan Kebudayaan.
“Hasil konsultasi kita ke kementrian dalam negeri diminta untuk merubah judul dari pansus kesenian daerah, menjadi pansus raperda tentang kemajuan kebudayaan kalimantan timur,” ucapnya saat ditemui seusai rapat internal pansus. Selasa (11/10/22).
Terkait hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim ini mengatakan, perlu penambahan waktu pada penyampaian laporan yang akan datang. Dikarenakan ada beberapa perubahan dari segi judul Raperda Kemajuan Kesenian dan bertambah juga substansi yang sudah termasuk dalam 10 objek tersebut yaitu kesenian.
“Jadi kemungkinan kita perlu tambahan waktu, karena ada beberapa perubahan yang terjadi,” ucapnya.
Sarkowi menuturkan bahwa yang awalnya rancangan tersebut hanya membahas raperda kesenian bertambah menjadi 10 objek. 10 objek yang dimaksud dalam konteks pemajuan kebudayaan diantaranya tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa dan ritus.
“Kita tetap mengakomodir total 10 objek itu, termasuk kesenian namun nanti kita akan lebih fokuskan akan terbit Peraturan Gubernur terkait dengan 10 objek tersebut,” ucapnya.
Menurutnya, tim pansus perlu lakukan adaptasi dan integrasi yang awalnya pembahas kesenian bertambah 9 objek menjadi 10 objek termasuk kesenian, sehingga diasumsikan bisa mencakup semua aspek kebudayaan yang ada dikalimantan timur. Tutupnya.
- RF
