Timesnusantara.com – Samarinda.
Sekretaris Komisi lll DPRD Kota Samarinda Muhammad Novan Syahronny mengatakan tren bencana di Provinsi Kaltim terus meningkat setiap harinya sehingga dia berharap anggaran untuk penanggulangan bencana bisa ditambah.
Menurutnya, perlunya pemantauan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kota (Pemkot) di kawasan titik-titik bencana yang sudah dipetakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bahkan longsor dan banjir telah mengakibatkan korban meninggal dunia, luka-luka, mengungsi dan kerusakan rumah dan infrastruktur.
“Ini yang saya sampaikan adalah bagaimana nanti Pemprov dan Pemkot harus memantau titik titik rawan bencana, bukan hanya bencana banjir melainkan juga longsor,” ucapnya saat ditemui di ruangannya.
Novan sapaan akrabnya menilai, anggaran untuk penanggulangan bencana ditambah merupakan langkah dan upaya untuk mengantisipasi bencana juga.
“Dinas BPBD diberikan anggaran dana tambahan. Bertujuan agar tidak terjadi kelambatan dalam proses eksekusi. Karena melihat kurangnya dana menjadi suatu kendala yang terjadi,”
“Memang saran kami adalah harus ada penganggaran yang sesuai. Artinya, semisal tahun ini sekian persen, paling tidak dengan potensi curah hujan dan lain-lainnya ini dana penanggulangan bencana ini harus ditambah,” lanjutnya.
Ia berharap agar segera mengkaji kewajiban penganggaran untuk penanggulangan bencana tersebut.
“Jangan nantinya mereka melaksanakan tapi tidak ada anggaran. Kan harus menunggu lama lagi. Jadi harus diperjelas,” pungkasnya.
