Timesnusantara.com – Samarinda.
Beberapa minggu ini masyarakat dihadapkan dengan harga kebutuhan pokok yang kembali mengalami kenaikan.
Bukan hanya minyak goreng, harga sejumlah bahan pokok seperti gula pasir, bawang merah, bawang putih serta daging ayam dan sapi juga mengalami kenaikan.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Abdul Rofik menanggapi kenaikan harga pangan ini jadi masalah yang selalu terjadi tiap tahun. Sehingga ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar sigap menghadapi perubahan ekonomi yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.
“Perekonomian kota tepian perlu harus dijaga, kebutuhan pokok dan harga produk pangan untuk mengatasi lonjakan inflasi,” ucapnya saat ditemui, Rabu, (2/11/22).
Kenaikan ini terjadi lantaran kebutuhan masyarakat yang meningkat, dengan kenaikan sekitar 10-15 persen. Namun pada tahun ini diperparah dengan situasi pandemi yang belum mereda ditambah dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dimana secara ekonomi masyarakat saat ini pendapatannya masih perlahan belum stabil dan bahkan banyak mencari pekerjaan usai kesulitan pada saat pandemi.
Ia menambahkan, agar dapat menghindari Inflasi, Pemkot perlu melakukan pemantauan ketersediaan kebutuhan masyarakat seperti ketersediaan gas LPG dan lainnya.
“Yang banyak terjadi, kebutuhan masyarakat yaitu LPG 3 Kg. Ini menjadi tugas pemerintah untuk memantau segala kebutuhan yang dinilai sulit didapatkan,” tandasnya.
Harapannya, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Samarinda dapat bekerjasama dengan optimal untuk mengatasi masalah yang terjadi ditengah masyarakat.
“Kalau tidak bisa memberikan kesejahteraan masyarakat, sebaiknya kepala Dinas yang bersangkutan mundur dari jabatannya,” tegasnya.
