Timesnusantara.com – Samarinda.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun meninjau Pembangunan Jalan Sanipah-Balikpapan
Menurutnya, aktivitas ini sangat berbahaya bagi warga setempat dan para pengguna jalan karena dapat memicu rusaknya kondisi jalan.
Saat meninjau kelapangan Samsun sapaan akrabnya, meminta kepada pihak kontraktor, agar pemasangan pipa tidak terlalu dekat dengan badan jalan.
“Kami minta kepada pihak kontraktor agar aktivitas pemasangan pipa tidak dekat dari badan jalan,” ucapnya, Jumat (4/11/22).
Ia menyoroti dampak dari aktivitas pembangunan jalan dan pemasangan pipa gas yang sudah mulai dikerjakan sejak Juli 2022 tersebut.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa beberapa titik pemasangan pipa sangatlah mepet. Hal inilah yang menyebabkan galian tersebut longsor dan merusak kondisi jalan.
“Kebetulan jalan ini dibangun dengan dana rakyat dan sudah selayaknya rakyat menikmati jalan yang nyaman,” ungkapnya.
Tambahan informasi. Proyek Strategis Nasional yang dikerjakan PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) Solution dengan subkontraktor PT Citra Panji Manunggal diprotes warga Samboja pada waktu lalu.
Salah satu perwakilan warga Samboja bernama Alwi pun mempertanyakan komitmen bersama terkait jarak galian pipa gas dari badan jalan antara PUPR Kaltim dan pihak pelaksana (PT. PGN Solution – PT. CPM).
Ia juga mempertanyakan proses scanning sebelum galian dan pemasangan pipa gas tersebut. Sebab, banyak menimbulkan dampak bocornya pipa PDAM dan putusnya kabel optic yang membahayakan masyarakat. Keluhan lainnya yang ditimbulkan akibat pemasangan gas ini yaitu penanaman pipa gas yang dianggap tidak sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (SOP).
Oleh karena itu, Balikpapan yang juga termasuk di dalam daerah pemilihannya, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Muhammad Samsun pun langsung melakukan peninjauan ke lapangan.
