Timesnusantara.com – Samarinda
Sebagai sebuah profesi semestinya perawat memperjuangkan kesejahteraan yang yang masih jauh dari harapan.
Misi Kesejahteraan jelas memiliki tujuan agar perawat dapat hidup sejahtera. Sebab berbicara tentang kesejahteraan perawat tentunya berimplikasi pada mutu atau kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan.
Banyak tantangan berat yang menghimpit profesi kita, baik dari internal maupun eksternal profesi. Jika dibandingkan dengan sejawat kita yang berada di ASEAN, kondisi perawat di Indonesia memang terpuruk. Keterpurukan ini diperparah oleh kebijakan pemerintah yang belum berpihak pada profesi perawat.
Deni Hakim Anwar selaku Anggota Komisi IV DPRD Samarinda menanggapi soal kesejahteraan Perawat di Samarinda, ia berharap agar kesejahteraan tenaga kesehatan Perawat di Kota Samarinda lebih ditingkatkan.
Ia menilai, saat ini memang terkendala kemampuan fiskal keuangan daerah. Akan tetapi, ia berharap agar secara bertahap bisa diperjuangkan kesejahteraan para perawat di Kota Samarinda.
“Insentif ini kan memang berbicara secara kemampuan fiskal kan. Nanti secara bertahap lah usulan-usulan dimasukkan di APBD yang akan datang. Jadi supaya pos-pos ini bisa ditingkatkan,” ucapnya saat ditemui awak media.
Deni menjelaskan, Pihaknya (Komisi lV) DPRD Samarinda beberapa waktu yang lalu menghadiri kegiatan pelantikan ikatan perawat (PPNI) Kota Samarinda, dimana pada kesempatan tersebut para perawat meminta supaya kesejahteraan para perawat lebih ditingkatkan lagi. Ucap Ketua PPNI.
“Artinya dengan tunjangan, insentif. Mudah-mudahan ada formula yang bisa kami terapkan untuk membantu para perawat yang ada di Kota Samarinda ini agar mereka bisa hidup layak,” ungkapnya.
Deni berkomitmen akan memperjuangkan keinginan para perawat, namun dia juga tidak bisa memungkiri adanya kendala dengan terbatasnya kemampuan fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
“Kami pasti akan perjuangkan itu. Artinya kemampuan fiskal. Segala sesuatu parameternya adalah kemampuan fiskal kita. Kalau PAD meningkat kenapa tidak. Mudah-mudahan wali kota dan aparaturnya bisa meningkatkan PAD,” pungkasnya.
