Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Marthinus Anggota DPRD Provinsi Kaltim, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Cafe Ideologi Fisip Unmul, Jl, Gn. Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Senin (5/11/22).

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) ini, menghadirkan dari beberapa narasumber yang berkompeten, di antaranya Akademisi asal Universitas Mulawarman Samarinda Taufik, dan perwakilan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Eko Susanto.

Marthinus dalam sambutan pembukanya mengatakan, Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) ini bertujuan sebagai bentuk pemahaman, dan penguatan kebangsaan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI. Dimana hal ini juga memfokuskan sasaran kepada para pemuda/pemudi yang sebagai aset masa depan nantinya.

“Saya mau fokus kepada kampus-kampus dari 69 kampus yang ada di Kaltim, mulai dari kampus negeri maupun swasta saya tidak pilih-pilih dan selama bisa saya jangkau ya saya akan datang,” ucap Marthinus saat sambutannya.

Ia menambahkan, wawasan kebangsaan tersebut sangat penting sekali bagi pemuda dalam memahami dan mengamalkan 4 pilar kebangsaan.

Sebagai Informasi 4 pilar kebangsaan adalah empat landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang terdiri dari landasan ideologi, konstitusi, persatuan dan kesatuan, dan semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia.

Menurut Marthinus, hal tersebut merupakan cerminan karakter bangsa yang diwujudkan dengan tujuan mempersatukan seluruh kemajemukan yang ada dalam wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ini.

“Salah satunya yang juga penting yaitu ke bhinekaan Tunggal Ika, walupun kita beragam- ragam suku tetapi kita harus tetap satu, dan kita bisa belajar dari itu, agar saling menghormati antar umat beragama, suku, dan sebagainya,” ucapnya.

Ia berharap dengan sosialisasi ini dapat menumbuh suburkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati satu sama lain dan juga membangun karakter dan nilai ideologi bangsa dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Tak lupa seperti sosialisasi yang ada sebelumnya. Marthinus selalu melakukan interaksi terhadap para mahasiswa maupun masyarakat dengan cara menghibur peserta yang hadir lewat beberapa tembang lagu. Sembari memainkan gitarnya, ia berinteraksi dengan mahasiswa sekitar dengan membuka kuis tebak lagu. Untuk mencairkan suasana, dan di tutup dengan sebuah pantun.

“Makan kapurung bersama kekasih cukup sekian dan terima kasih,” pungkasnya.

Eko Susanto selaku Perwakilan Kesbangpol menambahkan, Konsep kebangsaan yang perlu ditanam yakni keberagaman dan perbedaan dalam satu kesatuan atau Bhinneka Tunggal Ika.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman wawasan kebangsaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan juga meningkatkan pemahaman masyarakat terutama mahasiswa terhadap optimalisasi pengembangan nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya.

Taufik selaku Akademisi Universitas Mulawarman Samarinda, menjelaskan wawasan kebangsaan sangat perlu dan sangat mendasar ditanamkan di lingkungan kampus.

“Penting dilakukan di awal, karena kita di pengaruhi oleh perkembangan dan dinamika situasi, maka sangat perlu kita tumbuhkan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa,” tutupnya.

  • RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *