Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Belakangan ini dunia maya di gemparkan dengan beredarnya video pernyataan dari salah seorang mantan anggota Polri yang mengaku telah menyetor uang kepada petinggi Polri menjadi perhatian masyarakat Kaltim.

Pasalnya, Mantan anggota Polresta Samarinda, Polda Kalimantan Timur (Kaltim), Aiptu Ismail Bolong sempat menyebut beberapa nama dari institusi Kapolri dalam kasus dugaan konsorsium tambang yang diduga melibatkan para aparar polri.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda Joha Fajal menyatakan kaget dengan pernyataan yang dilontarkan dalam video berdurasi 2:18 tersebut.

Pasalnya, dalam video tersebut Ismail Bolong memberikan pernyataan bahwa Ia memberikan sesuatu kepada oknum.

“Saya juga kaget, karena yang sangat viral itu kaitan dengan pernyataan, bahwa beliau memberikan sesuatu kepada oknum. Ya istilahnya setoran lah,” ucapnya.

Akan tetapi, tak selang berapa lama video pertama yang beredar, muncul klarifikasi yang menyatakan Ismail Bolong mendapatkan tekanan dari oknum untuk membuat statement tentang video viral yang pertama ia buat.

Joha Fajal mengaku perlu ada pembenahan dari institusi Polri.

“Emang perlu pembenahan di tubuh istitusi polri, artinya oknum polri juga terlibat disana, maka dari itu harus dilakukan evaluasi secara luas,” ungkapnya

Joha mengaku cukup prihatin dengan kasus yang tengah dialami oleh mantan anggota polri (Ismail Bolong) yang dinilai mendapatkan tekanan dari berbagai pihak.

“Kita sudah mengetahui atas apa yang sudah terjadi, kita doakan saja semoga ismail tidak terjadi apa-apa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *