Timesnusantara.com – Samarinda.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Timur, Ismiati menjelaskan target Pendapatan Asli Daerah ( PAD) Kaltim pada tahun 2021 sebesar Rp5,3 triliun dan realisasinya mencapai Rp5,9 triliun atau ada kenaikan Rp600 miliar.
“Peningkatan realisasi pendapatan daerah kita didukung kontribusi besar PAD. Dari target Rp5,3 triliun, realisasi Rp5,9 triliun. PAD kita 60 persen memberi kontribusi untuk realisasi pendapatan daerah secara umum,”ucap ismiati.
Mengenai hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang telah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 600 Miliar pada tahun 2022 ini.
“Dulu kita hanya meraih PAD Rp 450 miliar saja, itu pun minta ditambah sedikit saja dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sulit sekali. Sekarang sudah bisa tembus Rp 600 miliar, ini hal yang luar biasa dilakukan pak wali kota kita Andi Harun dan wakilnya,” ungkap helmi seusai Rapat.
Kenaikan PAD tersebut, kata dia diperoleh dari beberapa sektor, seperti retribusi pajak bumi dan bangunan (PBB), restoran, perhotelan hingga pertambangan batu bara yang beroperasi di wilayah Samarinda.
“Nanti setelah rapat ini, dua atau tiga hari ke depan akan menggelar rapat lanjutan bersama TAPD Kota Samarinda mengenai pembahasan final terkait APBD murni untuk tahun 2023,” pungkasnya.
