Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Salah satu faktor BBM dalam kenaikan harga bahan kebutuhan pokok sekarang ini, dan tidak sedikit pengaruh ketika BBM naik. Dampaknya pasti akan sangat berpengaruh terhadap banyak hal, salah satunya bahan kebutuhan pokok masyarakat

Berdasarkan data maka sebagian besar kabupaten/kota sedang dilanda lonjakan inflasi akibat kenaikan BBM tersebut.

Tingginya inflasi akan berpengaruh terhadap perekonomian, tidak heran banyak kekawatiran dari masyarakat akan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjelang akhir tahun.

Joko Wiratno Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda menanggapi perihal masalah ini, ia menilai Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (Pro Bebaya) adalah solusi jangka pendeknya.

Diketahui, Program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (Pro Bebaya) yang digagas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda, Andi Harun-Rusmadi saat ini sudah mulai berjalan. Khususnya, program Rp 100-300 juta per RT.

“Karena mempekerjakan masyarakat sekitar untuk menggarap kegiatan ini,” ucapnya.

Walaupun memang kegiatan tersebut hanya berjalan dalam beberapa bulan. Akan tetapi diharapkan dapat menekan gelombang PHK. Sehingga ke depannya dari kegiatan probebaya itu juga akan berkelanjutan merangkul masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan program pak wali ini terus berjalan, kami selalu mendukung kegiatan yang berpengaruh untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap kedepannya, dari probebaya bisa melahirkan sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari setiap kelurahan hingga RT. Jika memungkinkan dari probebaya pun bisa memberikan bantuan terhadap kemajuan UMKM.

“Ini juga sejalan dengan program prioritas pak wali untuk melahirkan 10.000 wirusaha baru. Saya yakin pak wali akan konsisten menjalankan probebaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *