Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Salah satu masalah yang harus diantisipasi dalam pemindahan dalam pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur adalah kesenjangan dan sumber daya masyarakat yang unggul.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota komisi III DPRD Samarinda Novan Syahrony, menurutnya Pemerintah Kota Samarinda dalam hal ini harus siap menghadapi beberapa faktor seperti pembangunan yang merata sebab menyongsong IKN Kota Samarinda ialah sebagai Kota penyangga IKN yang ada di Kaltim.

Ibu kota negara baru di Kalimantan Timur akan menjadi sumber ekonomi baru, di mana akan memicu migrasi orang-orang untuk mencari penghidupan yang lebih baik di daerah tersebut.

Oleh karena itu, Sumber Daya Manusia (SDM) serta infrastruktur harus memiliki daya saing serta kelayakan sebagai Kota penyanggah IKN kedepannya.

“Syarat untuk menjadi kota besar itu paling tidak, mode tranportasi umum lebih mudah,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Ibu kota negara yang baru juga akan dibangun berdasarkan pemanfaatan kemajuan teknologi sehingga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang juga adaptif terhadap perkembangan teknologi. Itu berarti harus ada SDM yang memadai untuk merespons kebutuhan itu.

Kualitas SDM akan menentukan kemampuan mereka berkontribusi bagi pembangunan dan mengambil manfaat dari pemindahan dan pembangunan ibu kota negara yang baru itu.

“Yang kita lihat adalah perlu efektivitas bandara kita, ya itu akan banyak yag datang dan Jl.Apt Pranoto itu Jl. Nasional, jika kita menunggu pusat bakal habis waktu kita,” ucapnya

Hal itu, Ia sampaikan bahwa walaupun Kota Samarinda mempunyai inovasi lebih cepat, tetapi tidak bisa dipungkiri juga Pemerintah Kota pasti membutuhkan bantuan pemerintah provinsi dan pusat.

“Kita tunjukkan bahwa, ini Samarinda layak jadi kota penyanggah Ibu Kota,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *