Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur.

Reses yang telah dilaksanakan para anggota Dewan DPRD Kaltim membuat para anggota dewan mengetahui apa saja yang menjadi kekurangan dapilnya dan dapat dibenahi sesegera mungkin.

Safuad, Anggota DPRD Kaltim Dapil Berau, Kutim, Bontang mengungkapkan masih dibutuhkan banyak perhatian pemerintah pusat maupun provinsi kepada daerah yang diwakilinya.

Seperti pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas yang harus diperhatikan dalam menumbuhkan perekonomian diberbagai daerah.

Safuad menyampaikan, terkhusus di Kab. Kutai Timur akses jalan antar Kec. Kaubun dan Kec. Karangan masih belum memadai, hal tersebut pun termasuk keluhan yang disampaikan masyarakat agar segera mengatasai akses jalan yang memprihatinkan.

“Aspirasi ini akan saya sampaikan kepada Pemprov Kaltim untuk segera ditindaklanjuti. Memang jalan itu belum ada tersentuh pembangunan. Apalagi, saat hujan turun, kondisi jalan sangat memprihatinkan. Padahal, jalan itu masuk jalan provinsi,” ungkapnya saat reses.

Daerah ini masih sangat tertinggal karena masih susahnya akses yang menghubungkan desa tersebut dari kecamatan hingga antar provinsi. Mereka meminta agar sesegera mungkin dibangun akses jalan yang memadai.

Dengan adanya akses jalan nantinya tentu sangat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perhatian lebih harus diberikan kepada daerah ini.

“Karena itu, mereka minta jalan ini harus segera diperbaiki,” ucapnya.

Disamping itu, masyarakat Kutim juga mengeluhkan persoalan fasilitas kesehatan yang masih kurang memadai, warga meminta meminta fasilitas kesehatan itu disediakan agar memudahkan masyarakat saat ada yang sakit dan perlu rawat inap.

Selain di Kecamatan Karangan, Safuad juga menerima aspirasi dari masyarakat Bontang, khususnya di Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat. Warga, kata dia meminta, sungai yang ada di Kanaan dikeruk untuk meminimalisir potensi banjir.

“Pasalnya, daerah Kanaan itu rawan banjir saat hujan turun. Sehingga, jika sungai tidak dikeruk, maka air akan tetap menggenangi sekitar rumah warga, khususnya yang berbatasan langsung dengan sungai,” jelas Politis PDI Perjuangan ini.

Selain infrastruktur, masyarakat yang hadir dalam reses juga menyampaikan keluhan mengenai sulitnya mendapatkan pekerjaan bagi anak-anak yang telah lulus sekolah.

“Karena itu, mereka meminta pemerintah untuk menyiapkan lapangan kerja, atau pelatihan kerja, sehingga memudahkan para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan,” harap Safuad.

Sementara di Kabupaten Berau, aspirasi yang disampaikan masyarakat tak jauh berbeda dari yang ada di Kutim dan Bontang. Persoalan infrastruktur, pendidikan, kesehatan masih mendominasi aspirasi yang diterima Safuad.

“Semua aspirasi ini kita terima, dan akan disampaikan secara lengkap kepada pemerintah lewat paripurna penyampaian laporan hasil reses. Semoga aspirasi masyarakat dapat segera direalisasikan secepatnya,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *