Timesnusantra.com – Samarinda.
Mega proyek pembangunan terowongan bawah tanah Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) Gunung Manggah, Samarinda. Wakil Ketua Komisi III Shamri Shaputra, katakan masih belum temui kendala.
Mega proyek multiyears terowongan Gunung Manggah, telah siap untuk dibangun. Terowongan yang kelak akan menjadi salah satu Icon juga satu-satunya di kota Samarinda itu, akan memiliki peran kompleks dalam memecah kemacetan yang kerap kali terjadi di Gunung Manggah. Dengan total kucuran anggaran sebesar 419 Milliar, pastinya tidaklah terowongan yang dibangun seadanya.
Wakil ketua komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, dengan hasil laporan dari OPD tersebut bahwa saat ini belum ada kendala dalam perencanaan pembangunan.
“Serapan biaya sejauh ini sudah bagus, tinggal kita lihat kedepan dan bagaimana dengan laporan yang disampaikan Dinas PUPR,” ungkapnya, Jum’at. (14/4/2023).
Meski menilai dari segi pembiayaan tak terjadi kendala, namun Shamri masih belum melihat randa-tanda proses oembangunan proyek yang belum dijalankan.
“Kita belum melihat pelaksanaan dilapangkan terutama yang kita lihat kemarin, terkait dengan trowongan itu laporannya dari 83 miliar yang direncanakan anggaranya, itu sudah terealisasi sebesar 61 miliar atau 68%” ungkapnya.
Dengan serapan anggaran yang sudah mencapai 61 miliar itu, Wakil Ketua Komisi III tersebut pun mempertanyakan terkait kegiatan fisik proyek tersebut.
“Pertanyaan kita, bisa dilihat di lapangan itu tidak ada sama sekali kegiatan disitu, bahkan saya bilang satu sak semen pun tidak ada,” katanya.
Untuk itu, politisi PKS ini akan melakukan pendalaman terkait mengapa belum dilakukan pekerjaan fisik pembangunan mega proyek terowongan tersebut
“Jadi kita belum tau pasti bentuknya seperti apa kok dibuat di gudang begitu, dan kita belum liat di lapangkan, tetapi memang kita masih perlu pendalaman terkait ini,” pungkasnya.
