Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Guntur mengungkapkan masih banyak kekurangan dalam penerapan KIR di Samarinda.

Hal tersebut dikatakan. Karena masih ada pengusaha yang tidak jujur dalam penyampaian data kendaraan

“Kelemahan-kelemahan di kita ini, terkadang dari pihak pengusaha (pengusaha truck, kontainer) itu sendiri yang tidak jujur, data yang disampaikan kepada Dishub itu tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan yang ada,” ungkapnya Guntur saat diwawancarai media ini, di kantor sekretariat Dewan Jalan Basuki Rahmat, Samarinda. Senin, (18/4/2023).

Tentunya hal tersebut menjadi kekhawatiran tidak adanya kesesuaian spesifikasi kelayakan dapat berakibat fatal jika kendaraan itu tetap beroperasi di jalanan.

“Walaupun memang tingkat kecelakaan rendah namun jika terjadi bisa sangat fatal dan dapat mengorbankan nyawa,” ucap Guntur.

Selanjutnya, Guntur mengatakan jika beberapa waktu lalu pihaknya telah mengkomunikasikan terkait KIR kepada Dishub Samarinda

“Kita telah komunikasikan beberapa waktu lalu dengan Dishub soal masalah KIR ini, terkait dengan lokasi kendaraan, yang menjadi persoalan ini jika plat nomornya bukan dari Samarinda, itu tidak boleh KIR di Samarinda,” ujarnya.

Ia pun memberikan contoh seperti adanya kecelakaan kontainer yang berhenti di gunung manggah beberapa waktu lalu. “itu kan plat luar bukan plat Samarida, Setelah kita cek dan konfirmasi dengan dishub terkait hal itu termasuk KIR nya, ternyata memang benar bukan plat Samarida, namun plat Kalteng” terangnya.

Terakhir anggota komisi III DPRD Samarinda itu menyampaikan, perihal KIR menjadi PR pihak Dishub karena tidak mengetahui kendaraan yang layak atau tidak untuk beroperasi.

“Untuk kebijakan KIR nya itu kembali ke Daerah masing-masing, mangkanya ini yang tidak bisa dikontrol oleh teman-teman dishub,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *