Bagikan 👇

Timesnusantara.com- Kalimantan Timur. Anggota DPRD Kota Samarinda, Novi Marinda menyebut, potensi golongan putih (golput) pada Pemilu 2024 kali ini ada pada pemilih lanjut usia (lansia).

Menurutnya, pemilih lansia tersebut memilih golput karena sudah tidak memungkinkan untuk datang ke TPS.

“Potensi golput itu ada pada lansia yang secara fisik untuk tidak hadir ke TPS, karena berbagai faktor, seperti fisik yang lemah, kurangnya informasi, dan ketidakbiasaan menggunakan teknologi pemungutan suara,” ungkap Novi.

Karena hal itu, Novi menekankan bantuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk membantu dan melayani lansia dengan baik saat menggunakan hak pilih mereka pada 14 Februari 2024.

“Satu suara itu sangat penting, termaksud suara lansia. Kami meminta agar KPPS menyediakan tempat duduk khusus bagi lansia di Tempat Pemungutan Suara (TPS) serta membantu mereka memahami cara menggunakan alat coblos di kertas suara,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan, KPPS juga harus proaktif dalam memberikan bantuan kepada lansia yang datang ke TPS. Tidak boleh ada lansia yang pulang tanpa menggunakan hak pilih mereka karena tidak mendapatkan bantuan yang memadai.

“Saya berharap dengan dukungan dan bantuan yang tepat dari KPPS, angka golput di kalangan lansia dapat diminimalisir, sehingga setiap suara dari lansia juga dapat turut menentukan masa depan bangsa,” pungkasnya.

Penulis Dita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *