Screenshot
Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Samarinda – Rudy Mas’ud Gubernur Kalimantan Timur, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kalimantan Timur menyusul polemik terkait rencana renovasi rumah jabatan gubernur yang belakangan menjadi sorotan publik.

Dalam pernyataannya, Rudy Mas’ud mengaku mengikuti dengan seksama berbagai masukan, kritik, dan kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan bahwa kritik yang muncul merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap daerah, dan sebagai kepala daerah, dirinya memahami hal tersebut.

“Saya menyadari ada hal-hal yang perlu saya perbaiki, baik dalam bersikap maupun dalam berkomunikasi. Untuk itu, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Terkait polemik renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar, yang mencakup sejumlah item seperti kursi pijat dan akuarium air laut, Rudy menjelaskan bahwa perencanaan tersebut telah ada sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur. Namun demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab tetap berada di pundaknya sebagai pemimpin saat ini.

Ia pun berkomitmen untuk melakukan langkah konkret sebagai bentuk pertanggungjawaban. Salah satunya adalah menanggung secara pribadi item renovasi yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan fungsi kedinasan, termasuk kursi pijat dan akuarium air laut.

Selain itu, seluruh paket renovasi akan dievaluasi dan diaudit ulang secara terbuka guna memastikan transparansi serta memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi. Ke depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga akan melakukan penyesuaian agar penggunaan anggaran fasilitas pimpinan lebih sederhana dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Dalam upaya menjaga kepercayaan publik, Rudy juga mengumumkan kebijakan untuk meniadakan keterlibatan keluarga dalam peran struktural yang berhubungan langsung dengan pemerintah provinsi, termasuk posisi Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan.

Ia juga menyinggung pernyataannya sebelumnya yang sempat dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran berbeda di masyarakat. Atas hal tersebut, ia kembali menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan tidak ada maksud untuk membandingkan pihak manapun secara tidak tepat.

“Kedepan, saya akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Rudy Mas’ud menegaskan komitmennya untuk bekerja lebih teliti, peka, dan mengutamakan kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Masukan dan kritik saya terima sebagai bentuk kepedulian dan cinta terhadap Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Editor : RF
Sumber RF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *