Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain menyoroti Pemerintah dalam upaya penanganan stunting di Kota Samarinda.

Dikatakannya, bahwa Anggaran Pendapatan Badan Daerah (APBD) sangat tidak maksimal karena masih banyak anak-anak di Kota Tepian yang kekurangan gizi.

“Soal stunting ini seharusnya ditangani secara langsung tanpa berfikir, karena buat apa punya APBD tinggi kalau anak-anak kurang gizi,” ujar Sani, Selasa (20/2/2024).

Menurut Pria yang akrab disapa Sani itu, masalah paling utama yang harus selesaikan yaitu terjadinya pernikahan dini. Karena ini sangat berpengaruh, di mana remaja yang sebetulnya belum siap mengandung namun dihadapkan dengan pernikah dini.

“Kondisi ekonomi rumah tangga, contohnya suaminya penggangguran, bisa jadi itu stunting. Karena setiap hari dari hamil, makannya mie terus, tidak ada gizinya sama sekali,” terangnya.

Sebab itu, Sani menghimbau secara serius untuk dilakukan penanganan dan pencegahan stunting yang dapat di lakukan oleh pimpinan daerah sebagai pelopornya. Sehingga kedepannya seluruh pihak bisa saling berkerjasama dalam penuntasan stunting di kota Samarinda.

“Stunting harus mendapatkan perhatian dari semua sektor. Komandonya harus Wali Kota kita, mari kita lihat bersama-sama diakhir 2024, apakah langkah yang diambil efektif atau tidak kita tunggu hasil,” tutup Sani

Penulis Dita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *