Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat mengatasi persoalan ketahanan pangan secara jangka panjang di Kota Samarinda.

Menurut Rohim, Pemkot Samarinda perlu melakukan inovasi guna mengatasi persoalan-persoalan terkait dengan ketahanan pangan yang ada di Kota Tepian, terlebih Samarinda masuk dalam 3 daerah penyanggah IKN.

“Dengan pindahnya Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur (Kaltim), salah satu hal penting yang harus di perhatian adalah tonggak perubahan kebutuhan dasar dalam mewujudkan ketahanan pangan dan tak sekedar memperhatikan infrastruktur,” ungkapnya, Jumat (26/4/24).

“Saat ini Samarinda dan Kaltim masih menggantungkan kebutuhan dasar pangannya dari jawa ataupun sulawesi,” tambahnya.

Ia menilai mestinya pemerintah mengacu pada proses perencanaan terlebih dahulu dan di perencanaan itu akan terlihat dan terbaca apa yang menjadi kebutuhan saat ini.

“Jadi ya mestinya alokasi anggaran itu di berikan untuk memenuhi apa yang sudah direncanakan. Terkait kebutuhan dasar kita seperti stabilitas harga ataupun soal pasokan pangan. Terlebih kita juga masuk dalam 3 daerah penyanggah IKN, dan kita pun harus mampu menyiapkan kebutuhan pangan kita” jelasnya.

Rohim menegaskan, bahwa saat ini Pemkot jangan hanya terfokus dalam membangun proyek – proyek besar dan malah mengabaikan apa yang telah menjadi kebutuhan dasar kita, dan hal tersebut menjadi PR pagi Pemerintah Kota.

“Kita sudah melakukan beberapa catatan kritik kita ke pemerintah, dan jika urusan-usaran mendasar belum selesai maka jangan dipaksa untuk melakukan pekerjaan yang relevansinya kurang untuk kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (ADV/Dita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *