Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Guntur, mengemukakan bahwa tingginya harga beras di beberapa daerah, termasuk Berau, salah satunya disebabkan oleh melambungnya harga gabah dan pupuk. Ia menjelaskan bahwa biaya produksi yang terus meningkat mengakibatkan harga jual beras menjadi tidak terjangkau oleh masyarakat.

Menurut Guntur, salah satu faktor utama penyebab tingginya harga beras adalah harga gabah yang dipengaruhi oleh tingginya harga pupuk. Hal ini memperberat beban petani dalam memproduksi gabah yang berkualitas, yang akhirnya mempengaruhi harga beras di pasaran.

“Kenapa harga beras bisa melonjak? Salah satu penyebab utamanya adalah mahalnya harga gabah, yang berasal dari tingginya harga pupuk. Semakin tinggi biaya produksi, semakin tinggi pula harga jual beras,” ujar Guntur.

Guntur juga mengusulkan agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat berperan lebih aktif dalam menyediakan pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan cara ini, diharapkan biaya produksi bisa ditekan sehingga harga gabah dan beras bisa lebih stabil.

“Jika pupuk bisa didapatkan dengan harga yang lebih murah, maka biaya produksi akan lebih rendah. Ini akan membantu menjaga kestabilan harga gabah dan akhirnya beras akan lebih terjangkau,” tambahnya.

Selain itu, Guntur menekankan pentingnya perbaikan distribusi pupuk serta peningkatan pasokan gabah di pasar. Hal ini, menurutnya, sangat krusial untuk menjaga harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

“Langkah-langkah seperti ini sangat penting untuk membantu petani mengelola biaya produksinya dengan lebih baik, sementara masyarakat bisa mendapatkan harga pangan yang lebih wajar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *