Bagikan 👇

Timesnusantara.com – Kalimantan Timur. Anggota DPRD Kalimantan Timur, Selamet Ari Wibowo, mendesak adanya mekanisme yang jelas dan transparan dalam pemberian insentif bagi petani di daerahnya. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang merencanakan pemberian insentif sebesar Rp 20 juta per bulan, namun menekankan perlunya penjelasan rinci mengenai program tersebut untuk memastikan insentif dapat memberikan dampak positif yang maksimal.

“Penting bagi kami untuk mengetahui secara jelas bagaimana mekanisme pemberian insentif ini. Apakah bantuan berupa dana tunai ataukah peralatan pertanian? Ini harus dijelaskan dengan tegas agar petani bisa memanfaatkan bantuan ini secara efektif,” kata Selamet Ari.

Selamet menambahkan bahwa pemberian insentif semacam ini memiliki potensi besar untuk memperbaiki kesejahteraan petani sekaligus mengurangi ketergantungan Kalimantan Timur terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Program ini juga diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk lebih terlibat dalam sektor pertanian.

Tidak hanya soal pemberian insentif, Selamet juga menekankan pentingnya transparansi dalam distribusi bantuan tersebut. Menurutnya, pengawasan yang ketat akan memastikan bahwa insentif sampai ke petani yang berhak menerimanya.

“Transparansi dan pengawasan yang ketat sangat krusial. Kami perlu memastikan bahwa bantuan sampai kepada yang membutuhkan, dan mekanisme penyalurannya harus jelas dan terstruktur,” tambahnya.

Dengan pengelolaan yang tepat, Selamet yakin sektor pertanian di Kalimantan Timur akan berkembang pesat. Program ini, jika dijalankan dengan baik, diyakini dapat memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan ketahanan pangan lokal.

“Jika semua berjalan dengan baik, insentif ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi pembangunan ekonomi di pedesaan dan memperkuat sektor pertanian kita,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *