Timesnusantara.com – Samarinda. Permasalahan sampah di Kota Samarinda terus menjadi perhatian serius. Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, menyoroti masih lemahnya sistem pengelolaan sampah di kota ini, terutama dalam hal efisiensi pengangkutan dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Helmi menegaskan bahwa sampah bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semata, melainkan harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai bahwa partisipasi aktif masyarakat dan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah serta pihak terkait sangat diperlukan untuk mengatasi persoalan ini.
Menurut Helmi, salah satu penyebab utama buruknya pengelolaan sampah adalah kurangnya disiplin warga dalam membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan.
Banyak warga yang masih membuang sampah sembarangan, bahkan di luar jam operasional pengangkutan yang telah ditetapkan.
“Kami masih menemukan banyak sampah yang menumpuk karena warga membuangnya setelah pukul 18.00, padahal jadwal pengangkutan sudah selesai. Selain itu, kebiasaan membuang sampah dari kendaraan juga memperburuk kondisi kebersihan kota,” ujarnya, Selasa (11/2/2025).
Ia juga menyoroti masih kurangnya tempat pembuangan sementara (TPS) yang memadai di beberapa wilayah, yang mengakibatkan warga terpaksa membuang sampah di sembarang tempat. Hal ini tidak hanya mengganggu estetika kota tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan lingkungan.
Sebagai langkah konkret, DPRD Samarinda akan mengundang DLH dan pihak terkait untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan sampah di kota ini. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan sistem pengangkutan sampah agar lebih efektif, serta memperbanyak fasilitas pembuangan yang memadai di berbagai titik strategis.
“Kami akan memanggil pihak terkait untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik. Jika perlu, kami akan mendorong revisi kebijakan agar lebih sesuai dengan kondisi lapangan,” tegas Helmi.
Selain itu, DPRD juga mendorong adanya sosialisasi dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempat serta waktu yang tepat.
Helmi berharap upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan kesadaran kolektif masyarakat. Tanpa adanya kepedulian dari warga, sistem pengelolaan sampah yang baik pun tidak akan berjalan maksimal.
“Menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas DLH atau petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab kita semua. Kami ingin memastikan bahwa Samarinda ke depan bisa lebih bersih, nyaman, dan sehat untuk ditinggali,” pungkasnya. (R)
