Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 04 Samarinda Utara menuai sorotan setelah anggaran sebesar Rp28 juta habis dalam waktu hanya lima hari. Program ini menyediakan 510 porsi makanan per hari dengan biaya Rp11.000 per porsi.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, menanggapi tingginya anggaran yang dikeluarkan. Menurutnya, perbedaan harga bahan makanan di Samarinda dibandingkan daerah lain, seperti di Pulau Jawa, turut memengaruhi besarnya biaya.

“Harga bahan pokok di tiap daerah berbeda, dan ini berdampak langsung pada program MBG. Selain itu, biaya operasional program juga ternyata tidak masuk dalam perhitungan harga per porsi,” ujarnya, Sabtu (15/2/2025).

Saat ini, sebanyak 6,5 persen dari APBD Samarinda telah dialokasikan untuk program MBG. Namun, Sani menilai jumlah ini belum tentu mencukupi karena hingga kini belum ada Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah pusat terkait implementasi program MBG di Kalimantan Timur.

Akibatnya, pendanaan program ini sementara masih sepenuhnya mengandalkan APBD, tanpa kepastian apakah dana yang tersedia cukup untuk pelaksanaan jangka panjang.

“Kita sudah mengalokasikan 6,5 persen APBD, tapi apakah itu cukup? Kita belum tahu pasti karena belum ada Juknis yang jelas,” tambah Sani.

Sani menegaskan bahwa DPRD Samarinda dan Pemerintah Kota tetap berkomitmen menjalankan program MBG. Namun, ia menekankan bahwa dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat dibutuhkan agar program ini tidak terlalu membebani APBD.

“Kalau hanya mengandalkan APBD, dikhawatirkan ini akan semakin menekan anggaran daerah yang sudah terbatas. Kita berharap pemerintah pusat bisa ikut berkontribusi,” tegasnya.

Dengan adanya dukungan pendanaan dari APBN, DPRD Samarinda berharap program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *