Timesnusantara.com — Samarinda. Upaya meningkatkan fasilitas transportasi umum di Samarinda terus mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Samarinda. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengusulkan pengadaan bus sekolah sebagai solusi transportasi bagi pelajar di kota Samarinda.
Menurutnya, usulan ini telah diajukan melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dan merujuk pada Permendagri Nomor 15 Tahun 2024, yang mengamanatkan pemerintah daerah untuk menyediakan transportasi umum, termasuk bus sekolah.
“Saya telah mengajukan usulan ini dalam SIPD. Regulasi terbaru menegaskan bahwa pemerintah harus menyediakan transportasi umum, termasuk untuk pelajar. Namun, tentu harus mempertimbangkan infrastruktur jalan, anggaran daerah, dan faktor lainnya,” ujar Deni, Sabtu (15/2/2025).
Usulan pengadaan bus sekolah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang melarang pelajar membawa kendaraan pribadi ke sekolah. Dinas Perhubungan (Dishub) bahkan meminta dukungan dari DPRD agar program ini bisa segera direalisasikan di setiap daerah pemilihan (dapil).
Deni menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan legislatif sangat diperlukan mengingat pengadaan bus sekolah membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Selain bus sekolah, ia juga menyoroti perlunya peningkatan layanan transportasi umum di Samarinda. Menurutnya, angkutan kota (angkot) yang saat ini beroperasi sudah tidak lagi memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menyarankan agar kapasitas angkutan umum ditingkatkan dengan menyediakan bus berkapasitas lebih besar, yang mampu menampung 25 hingga 45 penumpang.
Tak hanya itu, Deni juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk segera mengkaji pengadaan Bus Rapid Transit (BRT). Ia mengusulkan uji coba operasional BRT di beberapa koridor utama, seperti Sungai Kunjang, Samarinda Utara, dan Palaran, yang memiliki jarak tempuh cukup jauh serta tingkat kepadatan tinggi pada jam-jam sibuk.
“Uji coba bisa dimulai di koridor yang tingkat mobilitasnya tinggi. Biasanya kepadatan terjadi pada pagi hari hingga pukul 09.00, lalu meningkat lagi saat jam pulang sekolah dan kerja. Ini bisa menjadi solusi efektif untuk mengurangi kemacetan di Samarinda,” jelasnya.
Lebih lanjut, Deni berharap agar program pengadaan bus sekolah dan transportasi massal dapat direncanakan dengan matang agar segera terealisasi. Ia juga menilai bahwa subsidi pemerintah untuk transportasi umum bisa menjadi solusi untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi pelajar yang menghadapi tingginya biaya transportasi.
“Subsidi transportasi massal akan meningkatkan kualitas layanan dan mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi yang lebih efisien serta ramah lingkungan. DPRD Samarinda siap mendukung perbaikan sistem transportasi agar masyarakat mendapatkan layanan yang optimal,” pungkasnya. (R)
