Timesnusantara.com — Samarinda. Pembangunan terowongan di Kota Samarinda mendapat perhatian serius dari DPRD setempat. Proyek infrastruktur ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan utama kota.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menekankan bahwa proyek ini harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar pembangunan tanpa dampak signifikan.
“Yang utama adalah efektivitasnya. Kalau memang bisa mengurangi kemacetan, tentu ini langkah positif. Apalagi, anggaran yang dikucurkan cukup besar, jadi harus tepat guna,” ujar Abdul Rohim, Senin (17/2/2025).
Proyek yang menelan biaya sekitar Rp395 miliar ini ditargetkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan strategis seperti Jalan Otto Iskandardinata, Sultan Alimuddin, dan Jalan Mulawarman. Ketiga lokasi ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan yang sering dikeluhkan pengguna jalan.
Perhatian terhadap proyek ini semakin besar setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung meninjau lokasi pembangunan pada Rabu (12/2/2025). Kehadiran Wapres dinilai dapat membuka peluang pendanaan lain di luar APBD guna mempercepat penyelesaian proyek.
“Untuk infrastruktur besar seperti ini, sebaiknya ada alternatif pendanaan selain APBD. Dengan begitu, anggaran daerah bisa dialokasikan ke kebutuhan lain yang juga mendesak,” lanjut Abdul Rohim.
DPRD Samarinda pun berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi dalam waktu dekat. Kunjungan ini selaras dengan agenda Pemkot Samarinda yang menargetkan uji coba terowongan pada pertengahan 2025.
“Kami kemungkinan akan turun ke lapangan sebelum Ramadan. Saat ini, kami masih melakukan inspeksi di sektor lain, seperti pengelolaan limbah dan keamanan hotel. Setelah itu, proyek terowongan ini akan menjadi fokus perhatian kami,” pungkasnya. (R)
