Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Perhatian terhadap kondisi ketenagakerjaan di Kota Samarinda kembali mencuat. Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, menyoroti dinamika serapan tenaga kerja yang tak merata di sejumlah sektor usaha.

Ia menilai ada ketimpangan tren penyerapan tenaga kerja di beberapa bidang. Sektor pertambangan, yang selama ini menjadi salah satu andalan ekonomi daerah, justru mengalami penurunan.

Beberapa perusahaan tambang bahkan diketahui melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengurangan tenaga kerja secara signifikan.

“Kita tahu Samarinda adalah wilayah dengan potensi tambang yang besar. Namun saat ini, beberapa perusahaan di sektor ini justru mengurangi jumlah tenaga kerjanya,” ungkapnya, Selasa (8/4/2025).

Sementara itu, sektor perdagangan menunjukkan tren sebaliknya. Harminsyah mencatat meningkatnya jumlah warga yang terlibat di bidang tersebut, yang menandakan geliat ekonomi di sektor niaga terus berkembang.

Melihat perbedaan kondisi antar sektor, ia mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mengantisipasi dan mengatur strategi penyeimbang melalui skema subsidi silang.

Menurutnya, pendekatan ini dapat membantu menjaga kestabilan ketenagakerjaan secara keseluruhan.

“Kalau satu sektor turun, sementara yang lain naik, maka perlu ada strategi saling menopang. Subsidi silang bisa menjadi solusi untuk mengimbangi kondisi ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Harminsyah berharap di tahun 2025 ini pemerintah kota mampu menghadirkan program-program konkret yang membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Hal ini diyakini dapat menekan angka pengangguran dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

“Semoga Pemkot Samarinda tahun ini bisa memperluas peluang kerja untuk masyarakat. Kita ingin tingkat pengangguran terus menurun,” tutupnya. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *