Timesnusantara.com – Kukar. Bupati Kukar Edi Damansyah kembali meresmikan sejumlah fasilitas kesehatan di Kecamatan Tenggarong Seberang, Jum’at (11/4/2025).
Adapun fasilitas kesehatan tersebut yaitu posyandu di Desa Teluk Dalam dan posyandu Desa Loa Ulung. Peresmian posyandu itu juga dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyrakat dan Desa (DPMD) Kukar Arianto dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar.
Edi Damansyah mengatakan, pembangunan fasilitas kesehatan merupakan realisasi dari program Kukar Idaman yaitu Keluarga Peduli Kesehatan. Program itu telah masuk ke dalam target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026.
“Ini kan ada program rehabilitasi posyandu, jadi pemerintah daerah komitmen dalam merealisasikan khususnya pembangunan fasilitas kesehatan,” kata Edi Damansyah.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat termasuk kader posyandu, yang telah berperan aktif dalam mendukung revitalisasi layanan kesehatan.
“Revitalisasi ini bukan hanya melakukan pembangunan fisik, tapi peningkatan fasilitas, digitalisasi alat, serta pelatihan kader untuk mendukung pelayanan yang optimal,” ucapnya.
Ia menegaskan, melalui pelayanan kesehatan pada posyandu dapat meraih keberhasilan, atas pengukuran dan penimbangan serentak pada Juli 2024 lalu, yang menunjukkan hasil signifikan dalam identifikasi potensi stunting.
“Dari posyandu kita dapat mencegah dan mengidentifikasi persoaln stunting, sehingga stunting di Kukar bisa ditangani dengan baik,” tegasnya.
Posyandu merupakan pusat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdepan. Peran posyandu sangat penting dan telah membantu Pemkab Kukar dalam penanganan kasus stunting.
Sementara itu Kepala DPMD Kukar Arianto menyebutkan, realisasi program revitalisasi kesehatan terus dilakukan, termasuk pembangunan posyandu. Di 2025 ini ada sekitar 14 posyandu yang akan dibangun dan tersebar di sejumlah Kecamatan di Kukar.
Menurutnya, posyandu dapat mengantisipasi dan mengintervensi gejala stunting. Hal itu telah dibuktikan melalui pengukuran atau penimbangan serentak di 2024 lalu. Dan Kukar menjadi Kabupaten/Kota se Kaltim tertinggi dalam melakukan penimbangan di posyandu.
“Kita menjadi tertinggi se Kaltim dalam melakukan penimbangan di posyandu, terhadap pencegahan stunting,” sebut Arianto.
Di Kukar ada sekitar 799 posyandu yang digunakan untuk balita maupun lansia. Untuk itu, Bupati Kukar meminta kinerja para kader posyandu harus dimaksimalkan dan ditingkatkan.
“Pelayanan kesehatan menjadi prioritas pembangunan Pemkab Kukar,” ungkapnya. (Adv)
